Serangan Rasis Trump ke Kubu Demokrat Taktik Untuk Pemilu 2020?

Taktik jitu?

“Jika rakyat Amerika harus memilih antara skuad migran dan presiden, maka itu membuat keputusan jadi mudah bagi pemilih,” kata seorang penasihat.

Taktik menyerang kaum migran, terutama yang berlatar belakang Muslim, nmemang pernah digunakan Trump selama kampanyenya tahun 2016. Lewat Twitter tim kampanyenya menyebarkan video-video patriotik dari kampanye yang dipenuhi dengan gambar-gambar bendera Amerika, dengan slogan: “Amerika – Satu Pasukan di Bawah Tuhan.”

Selama kampanye Trump juga menyerukan pembuatan larangan untuk umat Muslim dari beberapa negara memasuki Amerika. Usulannya saat itu mendapat kecaman luas, namun Partai Republik sangat mendukungnya. Kampanye anti migran adalah faktor dalam kemenangannya dalam pemilu presiden yang lalu.

Barry Bennett, salah satu penasehat kampanye Trump tahun 2016 mengatakan, taktik itu memang jitu. Tetapi tidak semua anggota Partai Republik merasa nyaman dengan cara itu.

“Saya kecewa dengan tweet itu,” kata Steve Duprey, anggota Komite Nasional Partai Republik dari New Hampshire. “Saya tahu presiden menjadi sasaran banyak serangan.., tetapi dia harus selalu berusaha.. mengambil jalan yang lebih mulia, dalam pandangan saya,” katanya.

hp/vlz (afp, rtr, ap)

detik.com

BAGIKAN KE :