Koalisi Besar Galang Kekuatan Usung Nurlaba Maju Pilkada Jembrana

Ketika didesak lagi, Nurlaba yang namanya terus melejit maju sebagai salah satu kandidat terkuat Jembrana satu itu, mengakui pertemuan tersebut sebenarnya untuk memberikan semangat dirinya jika bersedia untuk diusung oleh koalisi besar di luar PDIP. Namun sayangnya sampai saat ini belum menentukan siapa pasangan calon yang akan mendampinginya maju menghadapi kandidat dari PDIP. Bahkan Nurlaba didesak segera menentukan wakil bupati yang siap diusung agar dalam waktu dekat bisa segera dideklarasikan. “Di sana justru ditanya siapa yang akan jadi wakil yang mendampingi? Saya bilang, maaf saja kita ini kan belum wakilnya dan sekarang istilahnya hanya silahturahmi dan agar ada hubungan. Saya jawab belum ada (kandidat wakil bupati, red). Tapi siapapun yang akan maju sebagai wakilnya saya yakin cocoklah,” tandas Nurlaba.

Jadi dari keterangan Nurlaba itu, skenario kotak kosong yang digadang-gadang PDIP tidak akan terwujud di Pilkada Jembrana. Apalagi Nurlaba sudah mendapat restu dan dukungan dari berbagai komponen dan elemen masyarakat di Jembrana di luar partai koalisi besar yang ingin mengusungnya. Ada sejumlah nama yang bisa disandingkan dengan Nurlaba, diantaranya Ketua DPD Partai Demokrat, Made Mudarta atau mantan Anggota DPRD Bali asal Jembrana, I Nengah Tamba. Jika skenario itu jalan, maka otomatis Pilkada Jembrana tahun 2020 akan head to head antara kandidat PDIP dengan partai koalisi besar di Jembrana. “Di luar PDIP yang mendapat kursi legislatif sudah sepakat agar head to head. Dari kesepakatan tersebut sudah tertuang dari postur kelengkapan dewan. Jadi saat Pilkada akan membentuk koalisi besar untuk menghadapi kandidat PDIP head to head,” tambah Nurlaba.

Sebelumnya, generasi milenial di Jembrana kompak inget mengorbitkan Nurlaba, karena sudah kenal baik dan nilai sangat layak memimpin Jembrana jika dilihat dari situasi politik saat ini. Apalagi para pentolan generasi muda Jembrana ini sangat berperan, sehingga sempat melahirkan kandidat melawan PDIP saat Pilkada Jembrana lima tahun sebelumnya. “Keinginan mereka seperti itu. Mereka bilang semuanya siap 100 persen mendukung, termasuk dari tokoh masyarakat Jembrana juga bilang siap mendukung 100 persen,” terang Nurlaba seraya mengakui jika koalisi besar ini jalan, maka skenario PDIP melawan kotak kosong di Pilkada Jembrana akan sumir alias tidak bisa menjadi kenyataan. “Nah inilah kita harapkan head to head. Harapan dari kesepakatan itu bisa berjalan untuk mengusung calon di luar PDIP,” imbuhnya. (5412)

BAGIKAN KE :