Menko Perekonomian: Pemerintah Harus Jaga Ketersediaan Barang yang Ada Ketergantungan Dari Wuhan

Jadi, kalau importir yang baik diharapkan dipermudah tidak perlu ada lagi larangan dan/atau pembatasan (lartas).

Saat ini, menurut Airlangga, Pemerintah masih mengevaluasi, termasuk menyiapkan kebijakan-kebijakan untuk sektor riil. Komoditas yang saat ini, menurut Menko Perekonomian, yakni otomotif, elektronik, farmasi, kemudian untuk tekstil, clothing, garment, termasuk barang modal.

Pada kesempatan itu, Airlangga menyampaikan bahwa tidak akan ada kebijakan menyetop impor dari Wuhan karena ini transmisi barang, hambatan yang ad karena tidak lagi berproduksi karena PMI mereka 35,1.

”Nah, sedangkan Indonesia kan PMI nya lagi bagus 51,9. Nah, selain itu, juga kita dorong supaya barang-barang tertentu yang terkait dengan konsumsi juga dipermudah.

Karena makanan dan minuman kan akan berpengaruh terhadap inflasi,” imbuh Menko Perekonomian.

Jadi, menurut Menko Perekonomian, perlu dilihat inflasi di bulan ini makanan minuman naik tentu akan ditekan supaya menjelang lebaran nanti sudah terkendali.

Nilai impor lain yang harus dialihkan, menurut Menko Perekonomian, misalnya sektor baja sekitar satu billion kemudian ada sektor elektronik mendekati 2 billion, per komoditas. /LPT

Editor ; Eno

BAGIKAN KE :