Hal ini dapat dilihat dari beberapa tahun terakhir, pertumbuhan industri kreatif dibidang fashion terus menunjukkan perkembangan yang sangat memuaskan di Indonesia yang pada umumnya didominasi oleh generasi muda usia antara 18 – 35 tahun.
Subsektor tersebut, menurut Riana, saling bersinergi meningkatkan nilai tambah secara ekonomi. Seperti halnya event pernikahan yang didukung oleh banyak sub-sektor ekonomi kreatif di antaranya dekorasi, video dan photografi tata rias, tata rambut, rancangan busana, catering, kue pernikahan, entertainment, pencetakan undangan, sourvenir, multimedia, paket-paket bulan madu serta jasa wedding organizer.
“Lampung Wedding Fair 2020 merupakan pameran pernikahan dengan skala yang cukup besar di Provinsi Lampung. Melalui event yang diikuti oleh cukup banyak vendor ini akan menjadi kekuatan besar ekonomi kreatif khususnya di dan tentunya akan berkontribusi dalam Provinsi Lampung,” ujar Riana.
Riana berharap Event ini sebagai bentuk bagian dari menghidupkan ekonomi kreatif di Lampung, yang selama ini juga terus digalakkan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Lampung. /Adpim/lpt
Editor ; Eno
