Komentar keliru dan membahayakan itu tidak keluar kecuali dari mulut manusia yang amat dangkal, awam dalam ilmu agamanya, dan pasti tidak moderat, yakni muncul dari orang yang sikap keberagamaannya terlalu lemah atau amat ekstrim. Orang yang pemahaman agamanya moderat pada dasarnya adalah manusia yang bertakwa–takut–kepada Allah, sehingga dalam menyikapi wabah Covid-19 ia tetap bersikap hati-hati dengan tetap ingin tidak tertular apalagi menularkannya, sambil terus berdoa memohon perlindungan kepada Allah, Sang Pencipta, dari keganasan dan kejahatan setiap makhluk-Nya, termasuk wabah Covid-19.
Menjaga kesehatan, menjaga jiwa dari setiap apa saja yang merusak adalah perintah Allah yang wajib dilaksanakan oleh setiap orang yang mengaku “takut” kepada-Nya, sedangkan Allah melarang kita semua untuk menjatuhkan diri sebab kecerobohan diri sendiri ke dalam setiap kerusakan. Rasulullah, Sayyiduna Muhammad shalla Allahu ‘alaihi wa sallama juga berpesan agar jangan membahayakan diri sendiri dan jangan membahayakan orang lain. Artinya bahwa orang yang takut kepada Allah sesungguhnya adalah orang yang beriman yang kuat–yang ia lebih dicintai oleh Allah–karena ia terus berusaha dan ikut bekerja sama agar ia tidak tertular Covid-19, apalagi turut menularkan kepada saudara-saudaranya yang semula sehat wal afiat. Orang yang takut kepada Allah itu tidak egois, ia pasti amat penyayang kepada saudara-saudaranya, sebagaimana ia sayang kepada dirinya sendiri. Bertawakkal (berpasrah diri secara total) kepada Allah itu setelah upaya-upaya yang maksimal. Upaya menjaga kesehatan diri sendiri dan saudara-saudara kita adalah bagian amat penting dari sebuah klaim ketakwaan kepada Allah. /Lpt
Penulis Oleh : Ahmad Ishomuddin
Editor ; Eno (SA)
