ADAKAH HIKMAH DIBALIK MUSIBAH CORONA VIRUS DESIASE-2019

Bahkan professor Quraisy Shihab berkata, “ Ketika masalah kemanusiaan di depan mata, maka agama boleh dinomor duakan”. Fatwa MUI, agar Jangan Shalat Jumat di Masjid. Silahkan Ganti Shalat Dzhuhur di rumah. Kalau pikiran kita sempit, “ Kok perintah agama di nomor duakan? “ Bukan begini cara berpikirnya.

Tapi seperti ini, Fatwa itu, tidak menyuruh kita Jauh dari Allah, akan tetapi harus lebih dekat ALLAH dengan Mencintai diri sendiri agar tak tertular dan menjaga orang lain jangan kita tular. Subhanallah. Indah sekai ajaran Islam. Bahkan seluruh Organisasi Muslim satu suara. Dukung Fatwa, agar Dilarang keluar Rumah kalau tak penting sekali.

_4. TIDAK SALING SALAHKAN._

Saya tak mendengar atau melihat COVID-19 ini salah Pemerintah, atau salah orang lain dan sebagainya. Bagi orang-orang berpikir, kalau sudah bencana, jangan saling salahkan.

Lebih baik cari jalan keluar dan saling bantu. Jangan memperkeruh keadaan, orang lagi susah. Apalagi menyalahkan Pemerintah, lambatlah, inilah, itulah. Jangan, Jangan. Mari kita Bersama-sama prihatin. Ini benar-benar suatu hal yang aneh dan tak terduga. Bayangkan itu virus, gimana bisa kok menyebar ke 161 negara.
Lalu menyebakan terbunuhnya para petugas medis, yang memilukan Dr. Hadio, umur 34 Tahun, dua anak tercinta harus ditinggalkan karena tugas dan akhirnya “kena”. Masya Allah. Semoga dokter muda ini Mati Syahid. Aamiin Allohuma Aamiin.

_5. KESADARAN MASYARAKAT MAKIN TINGGI._

Alhamdulillah, kesadaran Masyarakat semakin tinggi, tentang saling bantu, tentang perhatian kepada Pemerintah, tentang jasa para medis selaku garda terdepan.

Kepada Tentara, kepada Polisi dan petugas Negara. Saya sangat setuju bahwa tenaga para medis termasuk para dokter yang meninggal atau GUGUR karena tugas adalah garda terdepan. Namun tentunya, jangan pula dianggap enteng peran supir ambulan, peran para satpam, peran tukang parkir yang mengatur semua transportasi. Juga peran ibu kantin yang memberi para petugas makan, sebab kalau tak makan bagaimana bisa melanjutkan hidup.

Kesimpulan, dengan tetap menghormati para petugas medis, selalu garda terdepan. Maka siapapun semua-semua, termasuk wartawan yang menginfokan data-data berharga juga berjasa. Semoga Allah SWT Membalas semua kebaikkan, semua yang berjasa menolong korban COVID-19. AAMIIN.

Demikianlah lima hal butir-butir Hikmah Dibalik Covid-19. Bila ada teman yang bisa menambahkan, tolong tambahkanlah. Sehingga, kita semua, sabar, tabah dan ceria menghadapi semua ini. /Liputan68.

Pada Rabu, 1 April 2020

Kontributor ; Ichwan Aridanu, S.Pd, M.Pd.

Editor ; Seno

BAGIKAN KE :