Nah, sejak era kepemimpinan pasca Mang Engkoes, mulai dari Azrul Tandjung, SE. M.Si, lalu Prof. Dr. Fathurahman Djamil, MA, dan akhirnya upaya keras Dr. Mukhaer Pakkanna, SE, MM, dan kawan-kawan mulailah sejak tahun 2012, memperjuangkan kembali perubahan bentuk dari STIE Ahmad Dahlan Jakarta menjadi I.B.M. (Institut Bisnis Muhammadiyah).
Sejak Dr. Mukhaer dan kawan-kawan berjuang mendapatkan izin IBM itu Panjang sekali. Bisa dibayangkan bagaimana beliau dan kawan-kawan berusaha keras.
Kalaulah saya tarik garis sejak beliau Pimpinan STIEAD, itu berarti IBM diperjuangkan kembali sejak tahun 2009. Jangan tanya berapa itu surat bolak-balik ke Kopertis, Ke Dikti dan ke Kementerian, yang kelak akan masuk SEKAB Karena akan diresmikan oleh Presiden Jokowi. Persoalan yang menjadi heboh ialah “Mengapa menjadi nama ITB Ahmad Dahlan”, bukankah impian kita sejak dulu adalah IBM.
Ini duduk persoalannya. Dirjend Dikti, hanya akan memberi izin, apakah pendirian Kampus baru, atau perubahan bentuk, maka hanya prodi yang masuk rumus STEM (Science, Technology, Engineering dan Mathematics) yang diizinkan.
Oleh sebab itu, IBM yang hanya punya Ekonomi, Akuntansi dan Keuangan Syariah itu Tidak Mendapat Izin. Maka, Dr. Mukhaer Pakkanna, SE, MM, menambahkan prodi yang bersifat Teknologi, yaitu Arsitektur, Desain Komunikasi Visual (DKV), Sistem Informasi dan Teknologi Informasi. Sehingga nama yang diusulkan menjadi ITBM (Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah).
Tapi pertimbangan Dikti, nama semula jangan diganti. Misal YAI, menjadi Unversitas YAI. ASMI Menjadi Universitas ASMI. Maka STIE Ahmad Dahlan yang menjadi institut teknologi dan bisnis, harus menjadi Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta, disingkat ITB Ahmad Dahlan. Terdiri atas dua Fakultas, Fakultas Ekonomi Digital dan Fakultas Teknik dan Desain.
Demikianlah kawan-kawan yang bisa saya jelaskan secara informal.
Tidak menutup kemungkinan, bila ada keberatan dari ITB secara tertulis misalnya, pasti akan direspon oleh Pimpinan saya. Saya terus terang tidak pernah ikut hadir dan apalagi menyusun proposal IBM (baca: ITB Ahmad Dahlan), kecuali ada undangan dari Kopertis (LLDIKTI Wil-3), untuk sekedar mendampingi Pimpinan. Semua dikerjakan oleh para junior pelanjut saya yang kini hampir Doktor semua. Saya berharap, penjelasan saya, bisa memuaskan. Mohon maaf bila kata-katanya kurang berkenan. Saya hargai perhatian saudara terhadap masalah ini. Semoga menjadi kebaikkan bagi kita semua.
Waabillahit Taufik Walhidayah, Wassalam. /Red-liputan68
Kontributor ; Ichwan Aridanu, S.Pd, M.Pd
Editor ; Seno
