Kisah Pasien Pertama Sumut yang Sembuh dari Covid-19 yang Berprofesi Dokter

“Kaget, sedih dan cemas memikirkan bagaimana dengan keluarga-keluarga saya yang sudah kontak dengan saya. Tetapi, saat itu saya yakinkan saya pasti sembuh. Dan dengan dukungan teman-teman, keluarga saya dan tentu mendekatkan diri kepada Allah saya semakin yakin,” tambah dr. Ana.

Dr. Ana dan timnya merupakan orang-orang yang mempersiapkan fasilitas-fasilitas untuk penanganan Covid-19 di RS Adam Malik. Itu membuat dr. Ana merasakan sendiri fasilitas-fasilitas perawatan yang dia siapkan bersama timnya. Dr. Ana mengaku ini malah menjadi penguatan untuk penanganan Covid-19 dan masukan kepada Direksi Rumah Sakit.

“Saya merasakan sendiri menjadi pasien Covid-19 dan dirawat di RS tempat saya bekerja. Saya menjadi sangat mengerti perasaan pasien dan apa-apa saja fasilitas yang masih kurang di RS. Saya terus mencatat apa-apa yang perlu diperbaiki dan saya beri tahu Direksi, alhamdulillah Direksi menerimanya,” tambah dr. Ada.

Sekarang dr. Ana sudah mulai bekerja kembali dan pengalamannya sebagai pasien Covid-19 membantunya untuk memperkuat penanganan pandemi ini. dr. Ana juga tidak didiskriminasi tetangga, rekan kerja dan teman-temannya.
“Tidak ada yang berperilaku berlebihan kepada saya, rekan kerja, tetangga, teman semuanya memberikan dukungan. Memang mungkin mereka ada rasa takut dan saya rasa itu wajar karena adanya informasi pasien yang sudah sembuh terinfeksi kembali. Tetapi, saya rasa tidak yang berlebihan,” kata dr. Ana.

Kasi Pelayanan Medis Rawat Inap RSUP H. Adam Malik ini berpesan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Pesan khusus dia berikan kepada pasien yang sedang dirawat agar tidak stres, terpuruk, sedih berlebihan karena menurutnya itu hanya menurunkan imun tubuh. “Jangan stres, tertekan, terpuruk dan sedih berlebihan karena itu hanya akan memperlemah imun tubuh kita. Dan masyarakat Sumut bantulah tim medis dengan mematuhi protokol kesehatan,” pungkas dr. Ana.

(M-01)

BAGIKAN KE :