“Selain kesabarannya, Soekirman juga memiliki prinsip-prinsip hidup yang ia terapkan saat menjadi wakil Bupati, seperti mikul nduwur mendem jero, tajam tidak melukai kencang tidak mendahului, nerimo dan ikhlas, mendahulukan kepentingan atasan, dan tetap selalu setia”, imbuhnya lagi.
T. Erry kemudian menegaskan, prinsip yang telah dijalankan oleh Soekirman inilah yang membuat pasangan kami saat itu termasuk pasangan kepala daerah yang langgeng. Dari survey yang dilakukan oleh Kemendagri, hanya 6 persen pasangan kepala daerah yang langgeng, selebihnya 94 persen mengalami perpecahan di tengah jalan.
“Kami termasuk 6 persen itu, pasangan yang tetap langgeng menjadi kepala daerah dan wakil kepala daerah di Indonesia. Semoga ini bisa menjadi pembelajaran bagi para kepala daerah yang saat ini sedang berkuasa. Dan sekali lagi, belajarlah dari Soekirman”, tegas T Erry Nuradi.
(M-01)
