MEDAN – LIPUTAN68.COM – Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin,M.Si mengatakan bentrokan yang terjadi di Belawan dan antara dua desa di Tapanuli Selatan (Tapsel) disebabkan oleh permasalahan sepele yang dilakukan oleh sekelompok anak-anak remaja.
Seperti yang terjadi di Belawan dilakukan oleh sekelompok pemuda Lorong Pancur dan Pemuda Gudang Arang yang bentrok akibat saling mengejek hingga terjadi aksi saling balas. Sedangkan bentrokan yang terjadi di Tapsel akibat ditegur saat bermain senapan angin dan tidak terima atas teguran tersebut sehingga menimbulkan pertengkaran antara dua desa
“Akibat bentrokan di Kec. Batang Angkola Tapsel 1 unit rumah dan 1 unit sepeda motor terbakar. Hingga saat ini sudah ada 17 orang yang ditetapkan menjadi tersangka pengeroyokan dan 7 diantaranya telah ditahan di Mapolres Tapsel”, ungkap Kapolda Sumut saat wawancara dengan pihak RTV Medan, Senin (01/06/2020) di Mapolda Sumut. Sementara itu, tersangka bentrokan di Kec. Angkota Timur masih dalam penyelidikan
Kapolda Sumut mengatakan pihaknya akan terus berupaya meredam aksi-aksi serupa terjadi kembali dengan mengaktifkan patroli skala besar dibantu dengan perkuatan dari unsur TNI. Hal ini juga diikuti dengan pelaksanakan kegiatan penyuluhan ke sekolah-sekolah yang dilakukan oleh Polsek-Polsek jajaran untuk mencegah terjadinya perilaku menyimpang remaja yang mengarah kepada perbuatan pidana yang dapat mengakibatkan jatuhnya korban
