Jubir Sejatinya Dari Komunikolog

Untuk memperkuat analogi di atas, Jubir sebagai profesi merupakan turunan public relations. Sementara public relations, turunan dari ilmu komunikasi.

Karena itu, seorang jubir handal dan profesional harus menguasai konsep, teori, etika dan filsafat komunikasi. Jika tidak menguasai, Jubir akan kewalahan mengelola komunikasi secara komprihenship dan strategis.

Akibatnya, Jubir hanya sepert “media” penyampai pesan semata yang acapkali dibaur dengan lambang komunikasi non verbal yang dimilikinya yang kadang tidak relevan dengan konteks komunikasi saat itu. Tindakan komunikasinya pun cenderung ibarat “pemadam kebakaran”, sekedar mengkaunter isu-isu miring, yang pasti tidak efektif.

Karena itu, tempatkanlah orang sesuai kompetensi akademiknya agar lebih optimal dan profesional. Jubir sejatinya dari komunikolog. Kepada mahasiswa saya katakan, sebagai seorang yang kompeten dan profesional di bidang komunikasi, harus berani menolak jabatan yang bukan salah satu profesi komunikasi.

Di kementerian kita, sebagai beberapa contoh, masih banyak kepala biro komunikasi dan informasi dijabat oleh yang bukan dari komunikolog. Sementara sarjana, magister dan doktor komunikasi yang berstatus PNS sudah banyak. Realitas ini sangat-sangat kita sayangkan.

Salam,
Emrus Sihombing
Direktur Eksekutif
Lembaga EmrusCorner

Sumber : DR.Embrus Sihombing

Editor : SF

BAGIKAN KE :