Strategi Ekonomi Vietnam Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19

Oleh: Agus Marwan

(Sekjend Forum Masyarakat Literasi Indonesia)

Dampak pandemi Covid-19 telah membuat ekonomi dunia berada pada titik nadir krisis global. Pandemi Covid-19 ini telah menyasar kepada 200 negara di dunia. Lumpuhnya sektor-sektor ekonomi akibat pandemi ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi dunia menurun hingga minus 3%. Dan mayoritas negara telah mengalami resesi atau perlambatan ekonomi. Beberapa negara yang tidak memiliki fondasi ekonomi yang kuat, telah mengalami krisis ekonomi.

Menurut IMF, bila para pejabat di berbagai negara tidak mampu merespon pandemi Covid-19 dengan kebijakan yang cepat dan tepat, risiko resesi dunia akan terjadi di tahun 2021. Lockdown besar-besaran yang banyak dilakukan di berbagai negara berdampak langsung terhadap menurunnya pertumbuhan ekonomi.

Hal yang sama juga terjadi di Vietnam. Sejak awal masuknya kasus Covid-19 di Vietnam, telah berdampak pada ekonomi Vietnam. Banyak pusat industri dan bisnis tutup, begitu juga pusat-pusat wisata yang menjadi salah satu andalan ekonomi Vietnam. Ditambah lagi sejak ditutupnya perbatasan dengan China telah berdampak pada transaksi bisnis kedua negara. Vietnam mengandalkan China untuk sekitar 30% impornya.

Menurut Direktorat Jenderal Statistik, di semua instansi dan bidang, serta tiga sektor utama ekonomi semuanya terkena dampak yang signifikan karena Covid-19. Bidang pertanian, kehutanan dan perikanan menujukkan dampak yang paling negatif, pertumbuhannya hanya mencapai 0,08%. Sektor industri dan konstruksi pada triwulan ini hanya meningkat 5,15%, begitu juga pada sektor pertambangan dan mineral mengalami pertumbuhan negatif. Biasanya sektor jasa menduduki persentase paling tinggi dalam GDP, tapi dampak Covid-19 telah membuat pertumbuhan di sektor ini hanya 3,27% (vovworld.vn 13/4/2020)

Dampak ekonomi Covid-19 bagi Vietnam begitu nyata. Lantas bagaimana strategi ekonomi Vietnam dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19 ini? Dan bagaimana masa depan ekonomi Vietnam pasca pandemi ini?

Sedari awal, sejak mulai masuknya wabah covid-19 di Vietnam, pengambil kebijakan telah menyusun langkah-langkah strategis ekonomi agar jangan sampai dampak pandemi Covid-19 ini membuat Vietnam mengalami krisis ekonomi. Berikut langkah-langkah strategis yang telah dilakukan negara tersebut.

Pertama, Bank Sentral Vietnam memerintahkan ke bank komersil untuk menghilangkan, memotong, atau menunda pembayaran bunga atas pinjaman kepada perusahaan-perusahaan yang tengah bergelut dengan dampak pandemi Covid-19. Hal ini dilakukan untuk meringankan para pelaku usaha yang produksinya berhenti akibat Covid-19, dan juga masyarakat yang memiliki pinjaman di perbankan.

Kedua, restrukturisasi dan menganekaragamkan pasar ekspor sebagai solusi mendesak bagi perekonomian Vietnam. Banyak sektor seperti permesinan, pengolahan, manufaktur, tekstil, mengalami kesulitan karena wabah Covid-19.

Ketiga, memeriksa semua sektor dan bidang bagi khususnya barang yang diekspor ke Tiongkok dan negeri-negeri lain untuk mencari solusi pemasaran di pasaran domestik, mendistribusikan pada sistem ritel.

Keempat, mendorong produksi petani untuk menjamin kebutuhan di dalam negeri dan ekspor. Merestrukturisasi produksi pertanian menurut arah beradaptasi dengan perubahan iklim, mengembangkan keunggulan daerah yang berdasarkan peningkatan persentase hasil perikanan dan buah-buahan.

BAGIKAN KE :