Sementara itu, sebelumnya dalam rapat paripurna istimewa hari jadi kota Medan, Ketua DPRD Medan Hasyim mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat kota Medan saat ini.
“Kita sangat prihatin atas perekonomian masyarakat yang terpuruk akibat dampak Covid 19. Sehingga memicu tingginya tingkat pengangguran dan kriminalitas di Kota Medan,” katanya
Ia mengatakan di umur kota Medan ke-430 ini, warga Medan masih menghadapi masalah klasik seperti banjir, sampah dan kriminalitas.
“Menurut data sensus penduduk BPS Kota Medan tahun 2018, Kota Medan berpenduduk lebih kurang 2,26 juta jiwa dan menghadapi berbagai permasalahan. Di antaranya, masalah drainase yang buruk dan berakibat banjir, sampah yang menumpuk karena perilaku masyarakat yang kurang menyadari pentingnya hidup bersih dan sehat serta lambannya petugas kebersihan dalam menanganinya plus penerangan lampu jalan yang masih minim. Medan menjadi gelap gulita di malam hari dan menyebabkan rawannya tindak kejahatan, kriminalitas, dan perbuatan asusila,” katanya.
Akhyar berharap semua pihak dapat bekerja maksimal menekan angka pertumbuhan Covid-19 di Medan.
Hari jadi kota Medan ini, kata Hasyim harusnya menjadi media introspeksi diri agar masalah klasik serta permasalahan seputar Covid-19 dapat segera diselesaikan.
“Semua pihak harus ikut mengawasi dan ikut membantu kinerja Gugus Tugas Covid 19. Sehingga penanganan dan pencegahan virus corona di Kota Medan dapat diatasi secepatnya. Mari kita jadikan momentum peringatan Hari Jadi Kota Medan ini sebagai media introspeksi dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa sembari berdoa. Kiranya wabah Covid-19 ini segera berkahir dan situasi menjadi lebih baik seperti semula,” ucap Hasyim
(M-02)
