Menkeu menambahkan tahun 2021 juga sangat tergantung pada akselerasi reformasi terutama di bidang struktural untuk meningkatkan produktivitas daya saing dan iklim investasi. Berikutnya, tergantung dari kemampuan fiskal di dalam mendukung program pemulihan ekonomi baik untuk pemulihan sisi demand dalam bentuk bansos dan BLT dan dari sisi supply dalam bentuk pemulihan sektor sektor produksi.
“Tentu tergantung juga dari trajectory pemulihan ekonomi global yaitu bagaimana terutama negara-negara maju baik di Amerika, Eropa, Jepang dan RRT untuk bisa mempengaruhi dan mengembalikan trajectory pemulihan ekonomi dunia. Untuk tahun depan ini, IMF memprediksi tahun depan perekonomian Indonesia tumbuh di 6,1%, Bank Dunia memprediksikan tahun depan akan tumbuh 4,8%, dan ADB memprediksikan untuk Indonesia tahun depan akan tumbuh di 5,3%,” tutup Menkeu.
(M-01)
