SPDB Pangeran Edward Syah Pernong Kisahkan Keberhasilan TEKAB 308 Polda Lampung


BANDAR LAMPUNG, WWW.LIPUTAN68.com-Dibalik kesuksesan sebuah Tim pasti terdapat komando, strategi dan juga anggota yang memiliki kemampuan dan dedikasi tinggi terhadap sebuah tanggung jawab yang di emban. Begitu juga dengan keberhasilan Tekab 308 Polda Lampung.

Hal tersebut dikisahkan oleh mantan Kapolda Lampung Sai Batin Puniakan Dalam Beliau (SPDB) Pangeran Edward Syah Pernong Gelar Sultan Sekala brak yang di pertuan ke-23, Sai batin Raja adat, kerajaan adat paksi pak skala Brak kepaksian Pernong.

Beliau menceritakan asal-usul tercetusnya Tim Khusus Anti Bandit atau biasa disebut dengan Tekab 308 Polda Lampung, tepatnya pada tanggal 30 Agustus 2020 merayakan hari jadi yang ke 5, sejumlah ucapan mengalir baik dari internal kepolisian serta berbagai kalangan masyarakat menunjukkan bahwa Tekab 308 Polda Lampung dan jajarannya yang ada di setiap polres telah menjadi jawaban atas keresahan masyarakat terhadap masalah kejahatan dengan kekerasan yang cukup menghantui di tengah masyarakat yang di jawab dengan hadirnya Tekab 308 yang mulai berkiprah dan spesial memburu pelaku kejahatan kekerasan yang meresahkan masyarakat.

Foto ; rec.dok

Dikatakan beliau bahwa, makna 308 yang melekat pada tekab, bukanlah angka semata . Melainkan memiliki makna tanggal 30 Bulan 8 atau tanggal 30 Agustus, saat satgas Jatanras Polda Lampung dan Jatanras kota Bandar Lampung sebagai team yang dibentuk oleh Kapolda Lampung pada masa itu  yakni Brigjen Pol Edward Syah Pernong sehubungan dengan gugurnya Bripda Jefri anggota sat Brimob Polda Lampung yang menjadi korban ditembak pelaku kejahatan saat melawan dengan  gagah berani menghadapi kelompok penjahat bersenjata api karena mempertahankan kendaraan miliknya.

Peristiwa gugurnya Bripda Jefri  bukan hanya sebagai suatu kejadian yang sangat memprihatinkan bagi Polda Lampung tapi terutama tantangan berat atas ratapan masyarakat yang seolah ada ratapan.

Sekarang kami hendak berlindung kemana dari “BEGAL”, sedangkan polisi sendiri gugur bersimbah darah mempertahankan hak miliknya”  itulah seakan akan suara yg mendenging di telinga kapolda Lampung yang juga sebagai sebuah” PESSENGGIRI” dari seorang putra daerah Lampung pertama yang pernah duduk menjabat sebagai kapolda, yang menjadi pemikiran saat itu.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada itu juga menuturkan bahwa, ini juga salah satu sebab sehingga pengungkapan kasus perampokan dan pembunuhan Bripda Jefri adalah sebuah pertaruhan reputasi Reserse Polda Lampung  bila tidak segera terungkap saat itu, di samping tentunya khalayak juga sudah tahu bahwa kapolda saat itu notaben juga adalah seorang reserse bahkan pernah di panggil ke Istana Negara karena mendapat penghargaan dari Presiden Suharto tahun 1995 saat berpangkat  kapten polisi bertugas sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi , yang terkenal dengan “ kasus Acan di Bekasi”.

Kapolda, Wakapolda saat itu Kombes Bonifasius Tampoi, kombes purwo/ Dirkrimum, AKBP Anton/Wadirkrimum bahkan wadan korp Brimob polri Brigjen Anang (yang saat ini sebagai Dankorp Brimob polri) dari Jakarta turun ke Bandar Lampung, dan selama dua hari dua malam Kapolda, waka Polda dan wadan korp Brimob Polri dan Dir/wadir krimum hampir selalu berada bersama Kapolresta Bandar Lampung saat itu  kombes pol Harry Nugroho.

Bersama mengendalikan seluruh kegiatan para personil satgas gabungan Polda Lampung dan Polresta Bandar Lampung saat itu berdiskusi mengupas seluruh sinyalemen dan mengakuratkan seluruh info lapangan yang disebar di seluruh wilayah lapas, di seluruh rutan dan di seluruh jaringan pelaku kejahatan di seluruh Lampung, di klarifikasikan dengan semua info yang ditemukan di TKP dan info dari reserse yang menyebar dilapangan sehingga pada titik kulminasinya adalah info A1 siapa pelaku, kelompoknya dan tentang keberadaan pelaku yang sekitar pukul 2.30 pagi minggu dari halaman Mapolresta Bandar Lampung . kapolda , wakapolda Boni Tampoi dan kapoolresta bandar lampung Kombes Harry Nugroho.

Detik keberangkatan yang mencekam saat Kapolda berdoa dan menepuk satu satu pundak dan pipi para  satgas gabungan reserse dan satu team brimob Polda Lampung saat memberangkatkan mereka dengan semangat dan do’a untuk menyergap pada satu tempat yang masih dirahasiakan dengan satu perintah saat briefing terakhir Kapolda.

“Tangkap” sesuai prosedur tapi kalian sudah  dibekali kompetensi serta sudah tau apa yg harus kalian lakukan dalam bertindak di TKP dalam situasi-situasi yang urgens dan membahayakan dan ingat.

“saya tidak mau ada Jefri kedua bagi anak buah saya dan itu bagi anggota sudah dipahami benar”, kata pun Edward kala itu.

Dalam sengatan hawa dingin kota Bandar Lampung saat itu berangkatlah satu team gabungan dipimpin Kompol Rully, anggota Bripka Raymond, Bripka Ricky, Akp Heru, dan lainnya, semua anggota reserse gabungan kota Bandar Lampung dan jatanras Polda Lampung serta team Brimob yang tidak mau melepaskan diri selalu terus menempel dalam pengejaran terhadap pelaku yang telah merampas nyawa rekan terbaik mereka dan  pada tanggal 30 bulan 8 – 2015 hari minggu pagi pukul 05.00 pagi selesai lah penugasan perburuan yang begitu mencekam selama dua hari dengan hasil kasus tuntas terungkap dan pelaku semua tertangkap.

Barang bukti kejahatan dapat disita, senjata yang digunakan menembak Almarhum Bripda Jefri berikut peluru sisa dapat disita, beberapa kendaraan kejahatan lain juga disita dan beberapa pelaku penadahnya yang pagi itu langsung diraih anggota dan semuanya tertangkap pada tanggal 30-8 secara spectacular pengungkapan kasus selesai tuntas.

Kapolda menyampaikan selamat kepada team satgas gabungan dan menyatakan para serigala pemburu kejahatan Polda Lampung telah memberangus mangsanya dan tanggal hari dan bulan pengungkapan diatas mengalirnya darah gugurnya sosok Bhayangkara BRIMOB  pemberani yang dengan tangan kosong tetap melawan menghadapi pelaku curas bersenjata api yaitu almarhum Bripda Jefri telah ditorehkan dijadikan simbol sejarah keberanian dan kebanggaan Bhayangkara dan disematkan kepada Reserse Polda Lampung dengan nama TEKAB 308.

Tidaklah heran bahwa di hari jadi ke-5 Tekab 308 ucapan juga mengalir dari masyarakat dari seluruh Lampung bahkan dari berbagai kalangan masyarakat yang menunjukkan bahwa kinerja Tekab 308 mengena di hati masyarakat dan pada kesempatan ini tim awak media berusaha mencari dan sempat mengutip beberapa nasihat pesan langsung dari pengagas Tekab 308 yakni SPDB Drs. Edward Syah Pernong, SH, MH. mantan Kapolda Lampung , kepada dan team Tekab 308 saat itu Akbp Rully (saat ini sbg wakapolresta Jambi) dan anggota Tekab 308 termuda saat ini yaitu iptu Gilang. Bahkan Iptu Gilang adalah anak asuh SPDB saat SPDB sebagai pengasuh di Akademi Kepolisian.

Beberapa cuplikan tim media dapati tentang butir-butir nasehat dan juga apresiasi SPDB kepada pendiri-pendiri tim anti bandit ini  yang punya reputasi hebat ini  adalah sebagai berikut.

BAGIKAN KE :
,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *