Liputan KULINER

Viral Odading Mang Oleh, Ini Awal Mula Odading Dikenal

Ditulis oleh Liputan68 pada 19 September 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

BANDUNG – LIPUTAN68.com – Awalnya adalah seorang Ade Londok, yang membuat unggahan video di salah satu media sosial, me-“review” makan kue Odading dari penjual yang bernama Mang Oleh di daerah Baranangsiang, kota Bandung dengan gaya yang unik, dan sekarang kue Odading khususnya buatan Mang Oleh menjadi viral.

“Odading Mang Oleh. Hmmm…rasaya seperti Anda menjadi Iron Man”

“Belilah odading Mag Oleh di dieu…,” begitu salah satu kalimat yang terucap dari Ade Londok dan sukses mendapat banyak respon dari netizen.

Apa sih sebenarnya kue Odading itu ?

Kue Odading yang merupakan salah satu dari banyaknya jajanan pasar yang terkenal di Kota Bandung. Bentuk dari makanan ini adalah bulat dan terbuat dari tepung terigu, telur dan diberi ragi kemudian digoreng.

Jajanan yang sudah ada sejak jaman Belanda ini, rasanya manis sehingga banyak digemari masyarakat.

Anda pasti terkejut, penamaan Odading itu sebenarnya bukanlah sebutan untuk kue atau bahkan nama makanan.

Mengutip dari salah satu adegan sinetron Preman Pensiun di akun Youtube RCTI, Odading itu berasal dari bahasa Belanda.

Dalam video postingan tahun 2017 silam itu disebutkan kalau kue Odading itu asalnya dari seorang bocah Belanda yang ingin menikmati kue yang dijajakan dipinggir jalan.

Kepada mamanya, si bocah Belanda menunjuk jajanan yang dia inginkan.

“O dat ding,” begitu mama si bocah memastikan kue yang diinginkan putranya.

Kalau diterjemahkan pakai Google Translate ke dalam bahasa Inggris, maka O dat ding itu menjadi oh that thing.

Nah kalau dalam bahasa Indonesia, jadinya Oh yang itu (sambil menunjuk benda yang dimaksud) dan kalau bahasa Sunda, Oh hal eta.

Adegan di sinetron Preman Pensiun itu, sama dengan tulisan berjudul “Disumpahi Pemuda : Satu Nusa Satu Bangsa Dua Languanges”.

Dilansir dari prfmnews.com, tulisan Yapi Tambayong atau lebih dikenal dengan panggilan Remy Sylado itu dipresentasikan di The University of Melbourne.

Dahulu kala, ada seorang putra tuan atau pejabat Belanda sedang berjalan bersama ibunya. Saat berjalan, sang anak melihat adanya anak kampung yang berjualan kue di pinggir jalan.

Karena merasa ingin memakan kue itu lalu dia memberitahu ibunya bahwa dia ingin membeli kue yang dijual tersebut.

Karena si anak tidak mengetahui nama dari kue itu, maka dia hanya bisa menunjuk saja kue yang ada.

Sang ibu kemudian berkata kepada anaknya sambil menunjuk kue yang dimaksud “O, dat ding?” dalam bahasa Belanda, tetapi jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia itu artinya “O, benda itu?”.

Nah, sejak peristiwa itu terjadi kue berbentuk bulat dengan cita rasa yang legit tersebut dikenal banyak orang dengan sebutan kue odading.

Bagaimana menurut Anda ? (JB01)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian