“Rapatnya dalam seminggu bisa 4-5 kali, gayanya begitu, keputusan diambil bersama,” imbuh JK.
Oleh sebab itu, JK menyebut di zaman SBY keputusan bisa lebih cepat dan lebih ringkas.
Pada kesempatan itu, JK bercerita saat menjadi juru damai, salah satunya mendamaikan konflik Poso-Ambon.
“Kalau kita mendamaikan orang, pertama harus punya pengetahuan, harus mengetahui dan mempelajari masalah itu, mulai dari backgroundnya, apa sebabnya dan seterusnya,” ujar JK, yang sampai saat ini masih secara terjadwal bertemu dengan Presiden Joko Widodo.
JK menekankan bahwa seseorang yang sedang ingin mendamaikan suatu konflik harus bisa menjaga kehormatannya, tidak boleh merasa kalah.
Topik sepak bola yang berujung canda, dibahas secara ringan oleh JK. Hal ini terungkap saat JK mengingatkan pertandingan sepak bola Olimpiade 1956 saat Indonesia berhasil menahan imbang Uni Soviet.
“Sudah setengah abad lebih pertandingan itu masih diperbincangkan, bagaimana kalau kita menang pada waktu itu, bisa seabad masih diperbincangkan ini,” canda JK sembari diikuti tawa lepas dari Helmy Yahya.(SS/JB01)
