“Bali sangat tergantung dari kepariwisataan, di masa pandemi ini kepariwisataan di Bali sedang mengalami permasalahan besar. Sangat terpukul, kemarin di triwulan kedua pertumbuhan ekonominya mengalami kontraksi hampir 11 persen. Dan mudah-mudahan di triwulan ketiga dan keempat bisa lebih dikendalikan menjadi lebih baik,” terangnya.
Oleh karena itu, ia berharap Piala Dunia U-20 sebagai event berskala internasioanl yang bakal digelar tahun depan itu dapat mendorong dan sekaligus menjadi momentum pemulihan terhadap pariwisata Bali yang sedang terpuruk.
“Tentu event ini sebagai pendorong bangkitnya perekonomian Bali, dan saat ini hampir setiap minggu sejumlah kementerian telah menyelenggarakan kegiatan pertemuan-pertemuan mereka di Bali. Hal ini dilakukan sebagai upaya recovery untuk Bali,” tambah Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.
Untuk itu, Gubernur Koster mengucapkan terima kasih kepada Menteri PUPR yang telah memfasilitasi dan membantu sepenuhnya melalui anggaran APBN untuk renovasi stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar sebagai stadion utama yang akan dipakai sebagai penyelenggaraan Piala Dunia U-20 di Bali. Kemudian juga untuk empat lapangan pendukung sebagai tempat latihan yang terletak di Denpasar (2 lapangan) dan di Kabupaten Badung (2 lapangan).
“Sepenuhnya mendapat dukungan Bapak Menteri PUPR sebagaimana pembicaraan pada pertemuan beberapa bulan yang lalu. Karena waktu sangat singkat, maka tentu saja diperlukan satu proses pengerjaan ekstra ketat, tahapan yang cepat. Namun tetap dalam koridor peraturan perundang-undangan dengan dukungan administrasi yang baik, supaya segala sesuatunya bisa dikelola secara baik, dan jangan sampai terjadi masalah di kemudian hari,” ujarnya.
Mantan Anggota DPR RI tiga periode ini berharap pada Oktober ini segala prosesnya telah selesai, sehingga tahapan pengerjaan paling lambat pada bulan November sudah mulai berjalan.
“Untuk dukungan teknis dari Bali, pasti saya akan berikan penuh, termasuk juga hal-hal yang berkaitan dengan perizinan dan urusan-urusan teknis lainnya. Saya akan tugaskan khusus tim dari Dinas PU, baik di provinsi maupun Kota Denpasar dan Kabupaten Badung untuk menangani secara khusus agar memperlancar tugas-tugas dari Kementrian PUPR,” ujarnya.
“Kami berterima kasih karena semuanya sudah dari APBN, lantas kalau sampai dukungan teknis dan administrasi tidak dikerjakan, itu namanya kebangetan. Dan saya akan memantau langsung, saya akan mengawasi secara langsung pekerjaan ini. Karena ini demi nama baik Indonesia di mata dunia,” tegasnya menambahkan.
Dikatakan Gubernur Koster, jika ini bisa dikelola dengan baik, ia yakin tidak saja Piala Dunia U-20 yang akan bisa dijalankan dengan baik tahun 2021 ini, tapi juga ke depan akan bisa merancang sebuah event yang lebih besar. Tidak hanya untuk tingakat U-20, tapi juga Piala Dunia untuk pemain senior. Hal ini akan menjadi satu agenda penting dalam kaitan memperkuat kepariwisataan Bali yang tentunya berimbas pada peningkatan kepariwisataan Indonesia.
Penulis: Francelino
Editor: Sarjana
