SINGARAJA-LIPUTAN68.COM – Masih belum terkendalinya penyebaran pandemic virus corona atau COVID-19, juga mempengaruhi kegiatan bagi mahasiswa baru di STKIP Agama Hindu Singaraja, Bali.
Salah satu kegiatan yang terganggu oleh COVID-19 adalah Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Akibatnya, STKIP-AH Singaraja yang berada di bawah naungan Yayasan Dana Punia menggelar PKKMB secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting, Selasa (29/9/2020).
Kegiatan yang digelar selama sehari ini dirancang sedemikian rupa, dalam rangkan memberikan orientasi awal bagi 68 mahasiswa baru tahun ajaran 2020/2021. Mereka terdiri dari 33 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, 15 mahasiswa Program Studi Penerangan Agama Hindu, 14 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu, dan 6 mahasiswa Program Studi Pendidikan Olahraga dan Kesehatan.
Ketua Panitia PKKMB 2020, Komang Wijaya Putra mengungkapkan bahwa kegiatan ini tentunya berupaya mengenalkan kampus kepada mahasiswa baru. “Memang tujuanya mengenalkan kampus, tetapi melalui daring ini, menjadi PKKMB kali ini paling singkat daripada sebelumnya. Tentunya kami harus bekerja ekstra untuk memastikan mahasiswa bisa mengenal STKIP Agama Hindu dengan baik,” ujarnya.
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris juga mengungkapkan harapannya, melalui PKKMB ini pula terjalin hubungan yang semakin harmonis antara mahasiswa dnegan mahasiswam dengan dosen, pegawai dan tentunya lingkungan STKIP-AH Singaraja. “Harapan saya untuk mahasiswa baru, semoga dengan PKKMB ini bisa menjalin hubungan harmonis bersama, sehingga nantinya menjadi mahasiswa yang berprestasi, dan mencintai lembaga kita,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua STKIP-AH Singaraja, DR Drs I Wayan Suwendra, S.Pd, M.Pd. DR Suwendra mnegungkapkan, melalui PKKMB ini diharapkan mampu membentuk mahasiswa berprestasi, berkarakter untuk Indonesia Maju.
Ia mengharapkan pembentukan komitmen diri dari masing-masing mahasiswa. “Untuk mencapai tujuan adik-adik sebagai sarjana, maka harus dibentuk komitmen diri. Dimulai dari diri sendiri, yang didukung oleh keluarga, teman-teman dan juga lingkungan sekitar adik-adik,” ujarnya.
Suwendra juga mengungkapkan, sebagai mahasiswa jangan hanya aktif kuliah tetapi juga aktif berorganisasi dan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. “Karena kedewasaan adik-adik akan terbentuk dengan unsur akademik dan unsur sosial, melalui kegiatan berorganisasi dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.
