Mereka Mundur Dari KPK Kenapa Novel Gak Mundur ?

Ketika KPK dibawah Presiden, situasi berubah. Pegawai KPK pun menjadi ASN, mereka harus mengikuti tata tertib sebagai aparatur negara. Tidak bisa seenak udelnya main-main dengan perkara. Dan ini membuat tidak betah beberapa orang yang selama ini nyaman di KPK dengan kekuasaan tidak terbatasnya. Mereka keluar satu persatu, seperti yang dulu pernah saya perkirakan.

Pertanyaannya, “Kenapa Novel belum keluar ? Apakah dia betah ada dalam KPK ?”

Perkiraan saya cuma satu. Dia sedang menunggu dipecat. Ketika dipecat, kita tahu model playing victim kembali akan dimainkan untuk menarik simpati diluar. Dan Novel tetap dibiarkan didalam, diberi jabatan, tapi tidak diberikan pasukan. Lama-lama dia juga gerah dan akan keluar dengan sendirinya.

KPK dengan model operasi tangkap tangan sudah bukan zamannya lagi, karena nilai tangkapannya kecil sekali, sedangkan biaya operasionalnya guede banget. Gak sebanding. Dan model OTT KPK tidak mencegah korupsi, karena mereka hanya fokus main tangkap dan tidak fokus main cegah.
Iyalah, kalo main tangkap kan dapat berita, cegah doang siapa yang mau cerita ?

Pada akhirnya sesudah diluar KPK, kita akan tahu wajah-wajah mereka sebenarnya. Seperti mantan ketua KPK, yang ternyata mau menjadi pengacara keluarga Cendana.

Ah biar bagaimanapun, periuk nasi tetap harus diisi juga. Seruput kopinya…(1-M)

BAGIKAN KE :