Penggagas Kolaborasi Medan Berkah ini mengatakan, konsep collaborative government yang diusungnya diyakini mampu mengatasi setiap permasalahan Kota Medan.
Bobby menyebut, dalam konsep collaborative government, ada tiga perubahan penting untuk Kota Medan yang diharapkan terjadi.
Pertama, reformasi birokrasi. Bobby – Aulia akan mengubah wajah birokrasi Kota Medan menjadi birokrasi yang melibatkan setiap elemen, setiap masyarakat.
“Seluruh agenda pemerintahan dan pembangunan yang akan berjalan didasari kebutuhan, aspirasi, dan cita-cita masyarakat Kota Medan,” katanya.
Ke dua, di bidang reformasi pelayanan publik. “Setiap masyarakat memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pelayanan dari Pemko Medan. Maka apapun status sosialnya, birokrasi Pemko Medan harus memberikan pelayanan kualitas yang sama, kualitas terbaik. Dan yang ke tiga, pencegahan dan pemberantasan korupsi,” jelasnya.
Bobby Nasution – Aulia Rachman mengikuti kontestasi Pilkada Medan, diusung delapan partai politik, yakni PDIP, Gerindra, Golkar, Hanura, NasDem, PSI, PAN dan PPP. Dengan kompetitor Akhyar Nasution – Salman Alfarisi diusung Demokrat dan PKS. [] PEN
