DENPASAR-LIPUTAN68.COM – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mendorong agar seluruh SDM yang terlibat dalam kelembagaan sebuah koperasi baik itu kepengurusan dan juga anggotanya mulai berbenah ke arah persaingan global dan penguasaan teknologi informatika.
Bukan hanya itu, Wagub Cok Ace juga mendorong agar sekaligus masuk ke dalam penyediaan market place, mengingat persaingan transaksi jual-beli yang menggunakan sistem pembayaran online (E_Money) saat ini sudah berada pada strategi pemasaran secara online.
“Sehingga tidak akan ada ditemukan lagi sebuah koperasi yang menemukan kendala ditengah persaingan yang semakin keras dan berat ini,” tegas Wagub Cok Ace saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Provinsi Bali Tahun 2020, di Gedung Wiswa Sabha Utama – Denpasar, Jumat (9/10/2020).
Pada kesempatan itu, Wagub Cok Ace menekankan beberapa hal penting. Kata diak Koperasi merupakan salah satu lembaga keuangan yang bersentuhan langsung dengan banyak pihak dari berbagai kalangan baik mulai dari kalangan menengah ataupun bawah. Selain itu, sambung dia, koperasi juga mewadahi sejumlah UMKM yang banyak bergerak dan melibatkan rakyat pedesaan. Sehingga kelembagaan koperasi diharapkan mampu memberikan energi dan semangat bagi pengembangan usaha mikro kecil dan menengah yang ada di seluruh Bali.
“Untuk memantapkan perencanaan sekaligus menyalurkan aspirasi gerakan koperasi di Bali, merumuskan program kerja dan kegiatan koperasi untuk lima tahun ke depan dalam upaya memberikan kesejahteraan anggota dan masyarakat maka melalui musyawarah wilayah ini dapat di memanfaatkan regulasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah sebaik-baiknya oleh pelaku koperasi dan UMKM dalam rangka meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat luas,” tandasnya.
Mantan Bupati Gianyar ini menyatakan, “Melalui tatanan Bali era baru yang kawista, ketata-titi tentram kerjarahajeng gemah ripah lohjinawi yakni tatanan kehidupan yang holistik meliputi tiga (3) dimensi yaitu bisa menjaga keseimbangan alam dan krama Bali serta budaya Bali. Mampu memenuhi kebutuhan, harapan dan inspirasi krama Bali dalam berbagai aspek kehidupan, dan yang terakhir adalah mampu menyiapkan managemn resiko yang cukup terhadap munculnya permasalahan dan rencana baru dalam tatanan lokal, nasional dan global yang akan berdampak positif maupun negatif terhadap kondisi yang akan datang.”