Oleh: Dr. Purwadi, M.Hum
(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA, hp. 087864404347)
A. Keutamaan Adipati Sedah Mirah Sebagai Pejabat Kartipraja.
Cahaya menerangi jagat raya. Martabak bang sumirat, keneng sorote mega lan gunung gunung. Tanda bumi pertiwi bahagia sejahtera.
Dunia berseri seri. Telah lahir seorang wanita ayu hayu rahayu pada tanggal 1 Agustus 2018. Dia bernama Sedah Mirah Nasution. Kehadiran putri pasangan mas Bobby Nasution dan mbak Kahiyang Ayu amat dinanti. Sanak kadang pawong mitra mangayu bagya, memberi ucapan selamat.
Kelahiran Sedah Mirah jumbuh dengan asal usul leluhur Pak Joko Widodo. Orang tua Pak Jokowi berasal dari Gumukrejo Giriroto Ngemplak Boyolali. Secara historis daerah ini dulu dalam pembinaan Kraton Pengging. Orang tua Pak Jokowi, yaitu pasangan Widjiatno Notomihardjo dan Soedjiatni terlalu akrab dengan heroisme kawasan Pengging.
Cerita Pengging mewariskan nilai keluhuran. Ada Kanjeng Adipati Handayaningrat, Ratu Pembayun yang dikenal Sakti mandraguna.
Tokoh Pengging lain yaitu Joko Tingkir yang menjadi raja Pajang tahun 1646. Beliau bergelar Sultan Hadiwijaya Kamidil Syah Alam Akbar Panetep Panatagama. Beliau berjasa atas pembangunan dasar dasar tata praja.
Perkembangan Sastra piwulang terjadi di kawasan Pengging. Juga tokoh kesesusteraan Jawa, yaitu Kyai Yasadipura yang lahir tahun 1729. Beliau menciptakan serat Dewaruci, serat Rama, serat Sasana Sunu, serat, Baratayuda. Sastra piwulang ini lestari sepanjang jaman, sebagai pegangan hidup.
Sumber kearifan lokal berlimpah ruah. Dari kawasan Pengging ini lahir cucu Yasadipura yang bernama Raden Ngabehi Ranggawarsita tahun 1801. Kyai Yasadipura dan Ranggawarsita keturunan langsung KRT Padmanagara, bupati Pekalongan.
Kawruh kasampurnan dibabar oleh para dwija mulya. Jauh sebelumnya Pengging menjadi sentral peradaban. Leluhur Pengging terbiasa mersudi unggah ungguhing basa, kasar alusing rasa, jugar genturing tapa.
Kautaman tumraping pangreh praja memang penting srkali. Misalnya keteladanan pejabat negara yang amat hebat. Yakni Raden Ayu Adipati Sedah Mirah. Para abdi negara bisa meniru lekas luhur masa lalu.
Kerajaan Pengging memberi kedudukan terhormat pada wanita. Ada tokoh Sedah Mirah yang tampil amat mengagumkan. Tokoh wanita sangat cemerlang dan pantas dikenang.
Nama Sedah Mirah amat terkenal dalam lintasan sejarah Jawa. Kerajaan Pengging, Pajang, Mataram menjadikan gelar Sedah Mirah untuk mengurusi kementrian sosial. Jabatan di departemen sosial kerajaan Jawa selalu diisi oleh seorang wanita yang mumpuni.
Pada tahun 423 Saka Kraton Pengging diperintah oleh Sinuwun Prabu Kusuma Wicitra. Permaisurinya bernama Dewi Daruni, putri Adipati Ajar Kapyara Bupati Banyuwangi. Putranya berjumlah lima orang, yaitu Raden Citrasoma, Raden Citrasena, Raden Upacitra, Dewi Citrawati dan Raden Wilakusuma.
Negeri Pengging diperintah dengan suasana bijak bestari. Rakyat hidup bahagia, murah sandang pangan papan. Sinuwun Prabu Kusuma Wicitra membentuk lembaga Kartipraja. Departemen sosial ini bertugas untuk mengurus kesejahteraan umum. Kanjeng Adipati Sedah Mirah menjabat sebagai pimpinan lembaga Kartipraja.
Adipati Sedah Mirah populer di mata masyarakat. Sebagai departemen yang mengurus kegiatan sosial, lembaga kartipraja selalu sibuk. Siang malam banyak pekerjaan. Tugas dikerjakan dengan gumreget gumregut gumregah.
Demi menjaga keutuhan wilayah, Sinuwun Prabu Kusuma Wicitra melakukan diplomatik kekerabatan. Dewi Citrawati menikah dengan Raden Panji Jaya Lengkara dari Mamenang. Raden Citrasena menikah dengan Ratu Welas, putri raja Banten. Raden Welakusuma berjodoh dengan Mayang Sumilir, putri Bupati Blambangan.
Pernikahan lintas daerah ini menguntungkan usaha integrasi bangsa. Hal ini sebagaimana perjodohan Mas Bobby Nasution dengan Mbak Kahiyang Ayu yang melahirkan Sedah Mirah Nasution.
Semangat sosial yang diwariskan oleh Raden Ayu Sedah Mirah yang menjadi pejabat kartipraja Kerajaan Pengging bisa ditiru oleh cucu Pak Jokowi. Yakni jiwa kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
Raden Upacitra diambil menantu Raja Malawapati, berjodoh dengan Rukmi Suminar.
Pemerintahan negeri Pengging diteruskan oleh Raden Citrasoma pada tahun 435. Bergelar Prabu Citrasoma, memimpin dengan prinsip ber budi bawa leksana. Pemimpin ber budi berarti bersikap murah hati kepada segala lapisan masyarakat. Bawa laksana berarti konsekwen dan konsisten, satunya kata dan perbuatan. Pimpinan negara benar-benar menjadi suri teladan.
Dalam wayang madya kerap dipentaskan cerita dengan latar Pengging dan Mamenang. Keluarga Pak Jokowi mendapat nilai kearifan lokal dari cerita kuna. Mbak Kahiyang Ayu sebagai ibunda Sedah Mirah menghayati Sastra piwulang.








