Miris, Siswi Kelas 2 SD Ini Tak Bisa Belajar karena Tidak Punya HP

Menurut Yenni, sejak Maret hingga sekarang, tak pernah gurunya datang ke rumah berkunjung atau sekadar memberi tugas. Sehingga, aktivitas Salsabila hanya main-main, nonton televisi di rumah. Sasabila juga sering ikut menemani ibunya berjualan keripik dan jangek.

Berbeda dengan kakaknya, Silvia Maharani (11), siswa kelas 5 di SD swasta, di Tembung. Silvia masih mengakses pembelajaran dengan mengunjungi rumah gurunya tiga kali semingggu. Ia belajar setiap Selasa, Kamis dan Sabtu dari pukul 11.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Meskipun Silvia menunggak uang sekolahnya dari sejak kelas 4 hingga kelas 5 SD.

“Gurunya udah bolak-balik datang ke rumah, nagih. Tapi dia masih bermurah hati. Kami janjikan, nanti kalau ada duit, kami cicil,” pungkas Yenni.

Untuk diketahui Mendikbud Nadiem Makkarim sudah tegas menyatakan, selama pandemi COVID-19, pembelajarkan bisa menggunakan moda belajar daring (dalam jaringan), dan moda luar jaringan (luring). Kedua pilihan itu digunakan sesuai kemampuan keluarga siswa.

 

BAGIKAN KE :