Pria Uzur Penderita Stroke Terendam Banjir Rob di Belawan

“Selama ini rumah kami tidak pernah dimasuki air laut, meski relatif dekat dengan laut, tetapi saat banjir rob menyerang, Minggu dinihari, tempat tidur pun ikut terendam,” ujar Sumarni dengan wajah sedih.

Dikatakan ibu tiga orang anak tersebut, mereka adalah keluarga miskin. Beberapa tahun lalu, suaminya sempat menerima bantuan dari Departemen Sosial dalam program Lansia. Namun kini program Lansia tersebut telah dihapus, sehingga Suwarni harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhan keluarga, apa lagi suaminya sejak tahun 2017 sudah mendetita strok.

“Sebelum menderita sakit, suami saya bekerja sebagai nelayan di kapal ikan Gabion Belawan, sekarang saya yang mencari nafkah menjadi tukang cuci, sementara anak saya yang pertama bisu,” ungkapnya sembari mengusap air mata yang membasahi pipinya.

Wanita berusia setengah abad ini berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi kehidupan mereka, apalagi dalam kondisi yang mempetihatinkan sast ini, Suwarni harus berjuang memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan banjir rob kerap pula menerjang tempat tinggal warga miskin tersebut.

BAGIKAN KE :