Pada kesempatan yang sama Dirut PT Porang Bali Dewata, Made Teja, menekankan dan mengingatkan para petani porang di Bangli untuk tidak ragu menanam porang karena porang kini menjadi komodite primadona di saat pandemic Covid-19 melanda dunia.
“Saya selalu berharap kepada petani jangan ragu tanam porang. Karena saat ini porang adalah impian petani sukses. Karena kami punya asumsi dengan modal Rp 80 juta untuk luas satu hektar dengan penanaman 40 ribu pohon dalam dua tahun ber asumsi laba bersih sekitar Rp 600 jutaan,” papar Teja.
“Itupun jika berapa umbi porang naik 2 kg dengan harga Rp 8 ribu per kg, sedangkan saat harga umbi porang Rp 13 ribu per kg,” sambung Teja lagi. Seraya menambahkan, “Ketua kelompok KUB Bukit Sari Desa Yangapi I Nengah Kesel memulai tanam porang dalam jumlah banyak siap terdepan jadi petani porang.”
Kegiatan itu diawali dengan penanaman porang oleh Bupati Bangli, Made Gianyar, didampingi DirutPT Porang Bali Dewata, Made Teja, S.Sos.
Penulis/Editor: Francelino
