Liputan NASIONAL

RI 1: JOKOWI RESMIKAN JEMBATAN 1,34 KM DI TELUK KENDARI

Ditulis oleh Liputan68 pada 22 Oktober 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

KENDARI-LIPUTAN68.COM – Kementerian PUPR RI telah menyelesaian pembangunan jembatan sepanjang 1,349 kilometer dengan lebar 20 meter yang terbentang di atas Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara.

Dikutip dari Twitternya, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa jembatan itu akan menjadi ikon baru Kota Kendari. “Jembatan sepenjang 1,34 kilometer kini terentang di atas Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara dan menjadi iko baru Kota Kendari,” cuit Presiden Jokowi di akun twitter @jokowi, Kamis (22/10/2020) sore.

Menurut Jokowi, jembantan Teluk Kendari itu bakal memangkas waktu tempuh perjalanan 30 sampai 40 menit menggunakan ferry, kini hanya ditempuh dengan waktu 5 menit.

“Jembatan Teluk Kendnanri memangkas waktu tempuh perjalanan, mengintegrasikan Kawasan pertanian dan industry setempat, dan menjadi kebanggaan masyarakat,” cuitnya lagi.

Data yang diperoleh media ini Jembatan Teluk Kendari itu memiliki panjang 1.349 meter dan lebar 20 meter.dan menghabiskan totola biaya pembangunan sebesar Rp 804 miliar. Pembangunan jembatan itu berlangsung selama 5 tahun dari 2015 sampai ke 2020.
Nah, di Sulawesi Tenggara, Presiden Jokowi yang berangkat dengan rombongan terbatas juga menghadiri acara lain seperti meninjau lokasi panen tebu sekaligus meresmikan pabrik gula di Kabupaten Bombana.

“Sejak tiga tahun lalu, PT Prima Alam Gemilang berinvestasi perkebunan tebu dan pabrik gula di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara dan sekarang sudah beroperasi. Ini sebuah keberanian,” tandas Jokowi.

“Ribuan tenaga kerja lokal akan terserap. Untuk itu, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan,” sambung mantan Walikota Solo itu dalam cuitan di akun twitternya.

Presiden Jokowi kemudian menguraikan bahwa kebutuhan gula di Indonesia sebanyak 5,8 juta ton per tahun. Dari jumlah itu, sebut dia, baru 2,1 juta ton yang diproduksi di dalam negeri, sedangkan sisa masih diimpor.

“Pendirian pabrik gula di Bombana ini akan mengurangi impor, memperbanyak devisa negara dan memperkuat neraca transaksi berjalan kita,” papar Jokowi.

Penulis/Editor: Francelino

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian