Di pelosok pedesan orang akan betah duduk bersila semalam suntuk saat menonton pertunjukan wayang purwa. Adegan demi adegan mereka ikuti dengan serius untuk mendapat pencerahan batin. Wayang seolah-olah merupakan bumbu rohani masyarakat desa.
Berbeda dengan pentas seni lainnya seperti jathilan, tayuban, ledhek, dan ronggeng, sulit kiranya pertunjukan wayang akan menimbulkan kerusuhan. Suguhan pentas wayang purwa yang adiluhung tidak mendorong pemirsanya untuk bertindak beringas, kasar dan brutal. Bagi Pak Jokowi inilah arti penting hadirnya pendekatan budaya.
10) Kelestarian Lingkungan.
Lingkungan hidup harus dijaga. Begitu dekatnya dengan alam orang desa menyebut matahari dengan Sang Hyang Surya, bulan disebut Sang Hyang Candra, dan angin disebut Sang Hyang Bayu. Semua penyebutan itu bersifat penghormatan.
Kalau ada gerhana matahari atau bulan, orang desa mengira bahwa matahari atau bulan itu dimakan oleh raksasa. Semua orang lantas melakukan kothekan dengan memukul lesung dan kenthongan dengan maksud agar raksasa itu segara melepaskan matahari dari mulutnya.
Sebagian besar orang desa mata pencaharianya adalah bercocok tanam, yang selalu berkaitan dengan tanah. Tanah dalam bahasa krama adalah siti dengan akronim isine bulu bekti. Banyak upacara tradisional yang bertujuan untuk menghormati tanah. Contohnya upacara babak bumi.
Kedekatan pada alam ini merasuk benar dalam sanubari Pak Jokowi. Keyakinan ini menjadi bekal untuk bertindak secara tepat cepat bermanfaat selamat.
C. Pola Kepemimpinan Gagrag Karang Padesan.
Tata praja dan tata susila sudah berlangsung lama di wilayah Surakarta. Pak Jokowi mendapat pelajaran sejarah, budaya, bahaya yang berhubungan dengan sistem pengelolaan masyarakat desa.
Masyarakat desa sejak zaman dahulu telah mengenal pembagian kerja. Para pemimpin desa disebut pamong praja. Pamong artinya orang yang ngemong, yang maknanya membina dan merawat. Praja artinya pemerintahan. Jadi pamong praja adalah orang yang merawat desa atau melakukan jalannya pemerintahan.
Anggota pamong praja desa adalah Pak Lurah, Carik, Pak Kamituwa, Pak Modin, Pak Kabayan, Pak Jagabaya dan Pak Jagatirta. Kepemimpinan gagrag karang padesan ini berlangsung dengan aman damai ayem tentrem.
1) Lurah.
Pemimpin rakyat di desa yang tertinggi adalah Pak Lurah. Tingkah laku dan perbuatan Lurah menjadi panutan seluruh warga desa. Rakyat desa menghormati Lurah itu sebagai orang tua, sesepuh dan pepundhen. Setiap ada sengketa antar warga, larinya kepada Pak Lurah. Segala permasalahan desa yang ruwet seperti pembagian warisan, persinggungan batas kepemilikan tanah, pertengkaran warga dan sebagainya pasti minta bantuan Pak Lurah untuk menyelesaikan. Kadang kala seorang Lurah diperlakukan sebagai orang bijak bestari yang tahu alam ghaib mirip dukun.
Kepemimpinan lurah menjadi acuan bagi Pak Jokowi. Kebetulan eyangnya pernah menjadi lurah di Kragan Karanganyar. Proses pemilihan Lurah yang sangat demokratis sekalipun, warna perdukunan masih kental. Jabatan Lurah di mata orang desa tidak lepas dari jatuhnya pulung, wahyu, ndaru dan wangsit. Bermacam- macam syarat supranatural yang mewarnai pilihan Lurah itu memang mengundang beragam persepsi. Namun bagaimana pun juga, jago yang punya kualitas kepribadian, pekerja profesional, penolong dan luhur budinya saja yang membatu untuk jadi atau gagalnya seorang calon.
Gaya kepemimpinan lurah dianggap Pak Jokowi cocok untuk masyarakat pedesaan. Warga desa yang telah merantau kalau kembali mudik pasti sowan kepada Pak Lurah dahulu. Mereka mengucapkan rasa terima kasih atas bimbingan dan doa restu kepada Pak Lurah. Keluarga yang ditinggal senantiasa diperhatikan oleh Pak Lurah. Bila ada kejadian yang mengharukan, seperti kecelakaan dan kematian maka Pak Lurah dan istrinya tak segan- segan mengulurkan bantuannya. Pak Lurah sebagai figur sentral desa memang seharusnya ngayomi dan ngayemi semua warganya tanpa pandang bulu.
2) Carik.
Kegiatan tulis menulis administrasi desa diamati oleh Pak Jokowi. Tugas ini dilakukan oleh seorang carik. Carik dalam sehari-hari berhubungan dengan dokumentasi dan administrasi desa. Dalam birokrasi modern fungsinya sama dengan sekretaris. Maka Carik disebut juga sebagai sekretaris desa. Catatan kelahiran, kematian, perkawinan, pindahan penduduk, akte tanah dan pekerjaan tulis-menulis lainnya, merupakan sarana pengabdian carik. Bersama- sama dengan Lurah, Carik dengan teliti membuat arsip kemajuan desa.
Pak Carik bekerja dengan penuh ketelitian. Pak Jokowi mendapat pengetahuan banyak dari tugas sekretaris desa. Kedudukan Carik di mata masyarakat desa sangat terhormat. Kalau ada suatu hal yang penting yang bersifat formal administratif Carik menjadi tempat rujukan. Carik sangat berjasa dalam administrasi sistem pemerintahan desa.
3) Kamituwa.
Unsur kepemimpinan desa juga kerap dengan pengamatan Pak Jokowi saat kecil. Pak Kamituwa disebut juga dhukuh. Dhukuh adalah kepala suatu pedhukuhan yang berada di bawah Pak Lurah. Satu desa biasanya terdiri dari 8 – 15 pedhukuhan. Tugas Pak Kamituwa atau dhukuh adalah membantu Pak Lurah di wilayahnya dalam menjalankan roda pemerintahan.
Gambaran tentang kehidupan petani pernah dicontohkan oleh Ki Ageng Kebo Kenanga. Tokoh Pengging ini begitu berwibawa. Biasanya Pak Kamituwa atau dhukuh sangat akrab dengan warga. Tiap kali ada upacara adat desa, Pak Kamituwa bertindak sebagai pemimpinnya. Mengingat letak geografisnya yang berdekatan dengan penduduk, maka Pak Kamituwa merupakan tempat keluh-kesah warga yang pertama. Jika Pak Kamituwa tidak bisa menyelesaikan persoalan tersebut, barulah persoalan dibawa kepada Pak Lurah.
Penghasilan Pak Kamituwa tidaklah besar, sehingga banyak mendapat simpati dari warga. Kalau ada yang panen hasil bumi, dengan sukarela warga memberi pisungsung ala kadarnya.
4) Modin.
Pembagian tugas dalam pemerintahan desa cukup berarti bagi Pak Jokowi. Urusan peribadatan, keagamaan, pernikahan, peringatan kematian, dan lain -lain selalu melibatkan Pak Modin. Oleh karena itu Pak Modin harus memiliki kecakapan khusus dalam keagamaan yang tidak bisa dilakukan sembarang orang.
Asal kata modin adalah dari bahasa Arab, qoyimudin, imamudin yang artinya penegak atau pemimpin agama. Kata qoyimuddin oleh lidah orang desa dipenggal menjadi qoyim atau mudin. Di beberapa daerah sering disebut dengan Pak Qoyim tetapi lebih lazimnya dipanggil Pak Modin. Namun ada juga yang mengatakan bahwa Pak Modin berasal dari kata muadzin yang artinya juru adzan di masjid.
Kebanyakan kedudukan Pak Modin dijabat oleh alumni pondok pesantren atau orang yang ahli agama. Setiap kali ada upacara kematian, Pak Modin akan memimpin prosesi memandikan, mengkafani, mengubur dan mendoakannya.
Wilujengan desa dipimpin oleh Pak Modin. Tugas ini tentu saja membutuhkan ketrampilan, ketabahan, ketangguhan, keikhlasan dan kesabaran.
Tugas berdoa sebaiknya diserahkan kepada ahlinya. Pak Jokowi memandang kedudukan mereka penting sekali. Orang desa kadang kala memposisikan Pak Modin sebagai orang linuwih yang mempunyai tenaga ghaib, sehingga sewaktu- waktu bisa dimintai pertolongan mirip dengan dukun.
Sesorah para sesepuh menjadi panduan hidup. Kalau ada warganya yang kesurupan, linglung, buntung dan sakit mereka akan meminta pertolongan dan kepada Pak Modin. Penyembuhan yang dilakukan oleh Pak Modin diyakini betul oleh orang desa.
Berhubung pekerjaan Pak Modin itu multifungsi, maka rejekinya juga banyu mili. Selalu mengalir meskipun kecil -kecilan. Berkat, yakni nasi tumpeng dan uang receh sebagai syarat suatu perhelatan kampung tiap hari datang di rumah Pak Modin. Anak-anak kecil dan tetangga kanan kiri biasanya akrab dengan Pak Modin, karena kecipratan kenikmatan.
Bekal hidup buat putra wayah. Anak-anak Pak Jokowi Bu Iriana memahami adat spiritual desa. Mas Gibran Rakabuming Raka, Mbak Kahiyang Ayu, Mas Kaesang Pengarep menjunjung tinggi adat ketimuran. Demikian pula sang menantu Mbak Selvi Ananda dan Mas Bobby Nasution juga hormat pada adat leluhur. Ajaran luhur ini diturunkan pada sang cucu Jan Ethes Srinarendra, Sedah Mirah Nasution, La Lembah Manah, Panembahan Al Nahyan Nasution.
Pak Modin biasanya tinggal di dekat masjid, surau, mushola atau langgar. Malahan Pak Modin sering mengajar mengaji di masjid. Pak Modin juga dianggab sebagai tokoh pendidik, sesepuh yang diminta untuk memberi sesorah.
5) Kabayan.
Pengamatan Pak Jokowi atas pemerintahan desa memang jeli sekali. Pengalaman ini memberi pelajaran yang berguna. Pak Kabayan atau disingkat menjadi Pak Bayan saja, tugasnya adalah bidang kehumasan, penerangan, informasi dan persuratan.
Wilayah pedesaan masalah surat -menyurat biasanya selalu lewat kelurahan. Pak Bayan itulah yang selalu mengantarkan surat kepada warga desa.
Di antara deretan pamong, Pak Bayan kemungkinan pejabat yang paling banyak berinteraksi dengan masyarakat bawah. Sehingga dia merupakan pelayan yang sangat akrab dan mudah bergaul. Kalau ada kerja bakti, Pak Bayan memberi tahu dengan cara berkeliling dari rumah ke rumah. Ada cara Bayan mengumpulkan rakyat yang sangat unik yaitu dengan cara memukul kenthongan. Dalam memukul kenthongan itu terdapat kekhasan tersendiri yakni ada jenis-jenis pukulan tanda kematian, tanda kebakaran, tanda kerja bakti dan acara-acara lainnya. Kenthongan yang baik terbuat dari pohon nangka agar bunyinya nyaring.
6) Jagabaya.
Kenthongan iku tandha rondha kampung. Sistem keamanan desa dilakukan dengan penuh kekeluargaan. Pak Jagabaya mempunyai tugas menjaga keamanan dan ketertiban desa. Bersama- sama dengan warga, jabagaya bertindak mirip dengan menteri pertahanan dan keamanan.
Ronda kampung dan siskamling biasanya di bawah koordinasi Pak Jagabaya. Kalau desa tidak aman, tentu Pak Jagabayanya yang kalang kabut. Sesuai dengan namanya, jaga berarti menjaga, baya berarti bahaya. Jadi Pak Jagabaya akan menjaga segala hal yang berkaitan dengan bahaya, misalnya pencurian, perampokan, pembunuhan, penculikan, dan lain- lain. Pak Jokowi memperoleh keutamaan dari sistem keamanan di wilayah pedesaan.
7). Jagatirta.
Air mengalir bidang penting bagi kehidupan. Leluhur Pak Jokowi yang tinggal di Gumukrejo Giriroto Ngemplak Boyolali terbiasa dengan aliran air dari Umbul Pengging.
Pengurus air diurus oleh paming. Jagatirta berasal dari kata jaga yang artinya menjaga dan tirta yang artinya air. Jagatirta dengan demikian artinya penjaga air. Maksudnya adalah penjaga dan pengatur distribusi saluran air untuk mengaliri persawahan.
Jagatirta berdarma dalam irigasi. Ada pepatah mengatakan bahwa adhem banyune panas gawene, yang berarti meskipun air itu terasa dingin, tetapi kalau salah urus akan membuat panas hati, yang berujung pada pertengkaran. Di sinilah Jagatirta berperan penting untuk kelancaran kehidupan para petani.
Toya perwita sari. Salah satu kebutuhan Pak Tani yang amat penting adalah air. Semua tanaman baik padi, palawija, pala kependhem, pala gumantung, dan sayuran, tentu perlu air. Air berfungsi ekonomi. Oleh karena itu Pak Jagatirta dituntut selalu berbuat adil dan bijak. Sistem irigasi yang sudah berjalan lama dari Umbul Pengging mendapat perhatian dari Pak Jokowi. Pengairan memang memperlancar usaha pertanian.
Ladrang milang kori.
Anjajah desa milang kori, kala mangsane pariwisata, wruh endahe alam nuswantara, keh kang adi luhung alas lan gunung gunung.
Nadyan bangsa manca negara, padha gumum padha ngungun,
sesawangan anglam lami tan mboseni, kodrating Kawasa kaya tinata janma.
Sendhang megung trusing kedhung, sumber luber kebak warih, siwakan banyu blumbangan, kemricik banyune belik ngisor tlaga sumber toya, ketiga ngerak trus mili.
Senadyan pucuking gunung, akeh sawangan kang asri. Wisma- wisma pasanggrahan, kanggo ngleremake dhiri kebegan pariwisata, kembang-kembang angrenggani.
Taman-taman kembang gunung, dalane gasik waradin
tanem tuwuh angrembaka, bangkit pengolahing siti sagunging pariwisata, sengseme tanpa upami.
Ladrang milang kori laras slendro pathet sanga itu punya tafsir penjelasan makna. Bumi nusantara terkenal karena keindahan wisata. Hutan, laut dan gunung dikagumi oleh bangsa manca.
Sumber air mengalir untuk pertanian dan persawahan. Bunga- bunga di taman selalu endah asri. Semua perlu dijaga agar tetap lestari. Pariwisata mendatangkan devisa. Setiap upacara grebeg sekaten mbok -mbok dari Boyolali bakulan kembang di emperan Masjid Agung.
Dalam suasana pedesaan yang asri ini Pak Jokowi mendapat inspirasi kepemimpinan. Alam, lingkungan dan kebudayaan membentuk kepribadian yang utuh, sepuh, ampuh dan tangguh. Yakni budi pekerti luhur yang selalu andhap asor dan rendah hati pada sesama.
(M-01)
