Namun, pendapat Indrata Nur Bayuaji, ditanggapi berbeda oleh calon Bupati Pacitan bernomor urut dua, Yudi Sumbogo. Menurut Yudi, agar pandangan calon nomor satu, tidak meniru standar operasional prosedur (SOP), penanganan covid-19 dari pusat. Ia menegaskan, butuh aksi riil dari Aji dan Gagarin, seandainya nanti mereka terpilih sebagai kepala daerah. “Kalau soal itu (penerapan 3M), itu sudah SOP pusat. Mulai di pusat, provinsi dan kabupaten/kota, sama.
Kami hanya butuh aksi riil dari Mas Aji dan Mas Gagarin, bagaimana mengembangkan ekonomi masyarakat ditengah pandemi global coronavirus seperti ini,” kata Yudi Sumbogo, memberikan tanggapan.
Selain itu, calon bupati yang masih menjabat sebagai Wakil Bupati Pacitan ini juga membantah, terkait budidaya benur yang jelas tidak akan bisa dilaksanakan di Pacitan. “Kalau dari sisi produksi, perairan di Pacitan memang sebagai ekosistem benur dan lobster. Namun kalau soal pembudidayaannya, jelas tidak mungkin bisa, karena faktor cuaca dan kondisi geografis.
Yang harus dilaksanakan, bagaimana kita bisa melakukan pelestarian benur agar anak cucu kita nanti masih bisa menikmati lobster,” jelasnya.
Sementara itu, calon Wakil Bupati Pacitan dengan nomor urut dua, Isha Anshori, hanya bisa tersenyum dan memberikan tanggapan sangat singkat. Sebab hampir semua jawaban dan pertanyaan di borong, calon bupatinya, Yudi Sumbogo.(yun).
