Belum lama ini juga pernah ada ular cobra lumayan besar. Namun oleh tokoh supranatural, dilarang untuk dibunuh. Ceritanya, ular tersebut merupakan penunggu gedung,” tutur Suparlan, mengenang cerita ganjil yang banyak dijumpai anak buahnya.
Karena itu, seandainya tetap dipaksakan untuk dijadikan lokasi karantina, dia khawatir, pasien akan mengalami hal yang sama. Dampaknya, kondisi kesehatan dan psikologis pasien akan semakin memburuk dan berpengaruh dalam proses menuju penyembuhan. “Jangan kaget kalau suatu misal, ada orang menjerit karena akan menjumpai sesuatu diluar nalar,” terang pejabat eselon III A ini.
Sementara itu, informasi yang didapat wartawan, tak jauh dari gedung Dinas PUPR, arah timur, ada jalan mirip gang kelinci, menuju pematang sawah.
Jalan tersebut, menurut cerita leluhur, tidak boleh ditutup. Sebab pada jaman dahulu kala, konon itu jalan menuju arah pemakaman lama, yang saat ini keberadaannya sudah hilang lantaran banyak berdiri gedung perkantoran dan kawasan permukiman. (yun).
