“Rasulullah itu berasal dari kalangan terhormat, akan tetapi beliau memposisikan diri sebagai pembela Kaum Marhaen, itulah sebabnya sepanjang perjuangannya beliau selalu mendorong kaum Marhaen atau Kaum mustadafin mengambil kembali kemerdekaannya” Imbuhnya
Mempelajari Kisah Perjuangan Nabi maka kita akan melihat begitu banyak kaum Marhaen yang berdiri di Samping dan di belakang Nabi untuk berjuang bersama demi kemerdekaan yang hakiki kemerdekaan akan nilai-nilai humanisme, dan tentu melawan barisan bangsawan yang sepanjang sejarah mengangkangi nilai-nilai kemanusiaan dan humanisme,
“Hal yang harus kita jadikan referensi dari perjuangan Nabi adalah pondasi perjuangan yang berasal dari mental dan keyakinan akan nilai kebenaran serta perhargaan atau rasa empati akan nilai humanisme, sehingga Nabi Muhammad mampu mengkonsolodasikan kekuatan Mustadafin untuk membentuk sebuah barisan perlawanan terhadap sistem yang menindas, barisan kokoh tersebut berada dalam satu visi dimana yang kuat tidak boleh menindas yang lemah, lelaki tidak boleh menindas perempuan semua dilakukan demi Ridho Allah Tuhan yang Maha Kuasa” Jelasnya.
Itulah sisi humanisme yang harus dijadikan pelajaran dimana basis kekuatan yang menjadi tumpuan Nabi adalah basis akhlak dan kemanusiaan, dan sebelum fase perlawanan fisik nabi terlebih dahulu melakukan perbaikan Akhlak dan Mental barisan Mustadafid sehingga kita melihat sebuah perjuangan matang dan terideologi dengan baik, sehingga ketika menjadi penguasa di Kota Yastrib sekalipun Nabi menjalankan pemerintahan dengan tetap meninggikan nilai-nilai kemanusiaan
“Mari belajar dari perjuangan Nabi yang meninggikan nilai-nilai kemanusiaan bukan sebaliknya mengangkangi nilai-nilai kemanusiaan, maka tidak salah jika Nabi memiliki tipe kepemimpinan yang lengkap yaitu, Shidiq, Amanah, Tablik dan Fatanah, Siapapun yang mengaku menjadi pengikut nabi dan Mencintai Nabi maka wajib memiliki sifat Humanisme sebagai ajaran tertinggi Nabi Muhammada SAW, Selamat Memperingati Maulid Nabi dan mari belajar kembali menggali nilai-nilai agung ajaran Nabi” Pungkas Djarot.
(LM-01)

