Sukasada, LIPUTAN68.com – Guna menyerap hasil buah lokal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Bali, menggandeng Kabupaten Badung. Kerja sama antar daerah dijalin untuk menyerap lebih banyak lagi buah lokal produksi Buleleng khususnya pada bidang pariwisata yang di Kabupaten Badung.
“Kerja sama kami dengan Badung untuk bisa menyerap buah lokal dari Buleleng sehingga bisa lebih mensejahterakan petani,” ujar Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana saat memberikan sambutan pada pembukaan Lokasabha VII Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Buleleng di Sekretariat MGPSSR Buleleng Dusun Sambangan, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Minggu (8/11/2020).
Agus menjelaskan, ide penyerapan buah lokal ini sudah disampaikan sebelumnya kepada Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Dengan kerja sama yang dilakukan, diharapkan hotel-hotel yang ada di Badung bisa menyerap buah lokal dengan maksimal. Bisa digunakan sebagai welcome fruit (hidangan buah selamat datang) oleh hotel tersebut. “Sehingga saya juga meminta kepada Bupati Badung untuk membuat regulasi yang lebih mengikat seperti Peraturan Daerah (Perda) agar hotel-hotel mau menyerap buah lokal khususnya Buleleng,” jelasnya.
Saat ini, yang paling penting dalam industri pertanian adalah supply (pasokan) dan demand (permintaan). Dua hal ini yang harus dijaga bersama. Jika permintaan sudah benar-benar terjaga, pemerintah dan juga petani tinggal mengatur pasokan yang ada. Lalu, penyediaan buah dimulai dari pembibitan dan pemeliharaan juga dijaga. “Teknologi pertanian organik memang penting. Namun, lebih penting lagi ketika hasil pertanian tersebut ada yang menyerap,” ucap Agus.
