Penghargaan: Desa Bukti Raih Tropy Proklim Lestari, 6 Desa Dapat Proklim Utama

Program Kampung Iklim (Proklim) KLHK dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca.

Tercatat, Desa Bukti menjadi salah satu dari enam desa/lokasi di seluruh Indonesia yang menerima tropy Proklim Lestari dan juga merupakan lokasi Proklim yang pertama di Bali yang mendapatkannya.

Sebelumnya, sejak tahun 2012, Pemkab Buleleng telah mengusulkan sebanyak 26 lokasi Proklim. Tiga desa mendapatkan penghargaan Proklim Utama yaitu Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada (tahun 2012), Desa Bukti Kecamatan Kubutambahan (tahun 2016), dan Desa Pemuteran Kecamatan Gerokgak (tahun 2018). “Lingkungan di buleleng sangat luar biasa telah banyak menerima penghargaan. Pengakuan secara nasional yang diraih Bukti ini menunjukkan bahwa kita sudah menghargai upaya-upaya yang dilakukan untuk menjaga lingkungan agar iklim terjaga sudah berjalan dengan baik,” ucap Agus Suradnyana.

Selain Penghargaan Proklim Lestasri, turut diserahkan juga sertifikat Penghargaan Proklim Utama kepada 5 lokasi/desa yakni Desa Penuktukan (Kecamatan Tejakula), Desa Lemukih (Kecamatan Sawan), Desa Panji (Kecamatan Sukasada), Desa Tigawasa (Kecamatan Banjar) dan Desa Kedis (Kecamatan Busungbiu).

Sementara itu, Perbekel Desa Bukti Gede Wardana mengatakan, capaian yang diproleh ini berkat kerja keras dan usaha bersama dari seluruh masyarakat Desa Bukti. Sebelumnya, pada tahun 2016, Desa Bukti mendapatkan Tropy Proklim Utama. “Sekarang, Desa Bukti telah memenuhi target untuk meraih juara pertama tingkat nasional berkat kerja keras seluruhnya,” tandas Perbekel Wardana dengan nada bangga.

Terkait inovasi baru, dirinya bersama jajaran perangkat desa akan terus berinovasi dan mempertahankan juara yang telah diraih. Tidak berhenti sampai di tingkat nasional saja, bahkan Bukti siap jika suatu saat akan bersaing sampai ditingkat internasional. “Salah satunya, saat ini kita sedang mencoba menanam Pisang Cavendish seluas tiga hektar yang sebelumnya merupakan lahan kering dan berhasil untuk kita dikembangkan,” pungkas Wardana. frs/jmg/*

BAGIKAN KE :