Demi nusa dan bangsa, para pahlawan mau berkorban. Seorang pemimpin harus memahami konsep bathok bolu isi madu. Bathok bolu isi madu mempunyai makna orang yang tampaknya sederhana namun memiliki bobot pribadi yang berkualitas. Bathok bolu adalah tempurung kelapa yang jelek rupanya. Meskipun tempurung kelapa tetapi mengejutkan karena berisi madu yang manis.
Orang rendahan yang merasa tidak cantik rupawan harus menutupi kekurangan dirinya dengan kepribadian yang menarik, yang meliputi aspek moral, intelektual dan sosial. Moralitas dan intesktualitas yang handal juga suatu daya tarik yang tinggi. Keduanya mudah mengundang perhatian dan kagum dari pihak lain. Bahkan ketajaman intelektual dapat merekrut banyak pengikut.
Oleh karena itu sebaiknya tidak mudah berburuk sangka kepada orang lain. Di balik kekurangan fisk belum tentu kekurangan nilai dalam dirinya, siapa tahu tersembunyi madu manis di dalamnya. Pahlawan rela hati sadar diri.
B. Berjuang Tanpa Pamrih.
Rame ing gawe, sepi ing pamrih. Peribahasa ini amat dihayati oleh Pak Jokowi. Seorang pemimpin harus selalu nulada laku utama. Nulada laku utama artinya menauladani perbuatan yang utama. Setiap komunitas pasti memiliki tokoh tauladan yang bisa dijadikan panutan.
Panutan masyarakat biasanya orang yang baik hati, luhur budi pekertinya, menyejukkan dan siap sewaktu- waktu dimintai pertolongan. Khalayak ramai berduyun -duyun minta nasehat dan bimbingan. Kalau punya hajat, pergi jauh, kesedihan, penutan itulah yang akan membantunya.
Masyarakat sering memuji tokoh panutannya ketika sudah meninggal, bahkan kadang melebih-lebihkan. Pada tingkat tertentu panutan utama itu dianggap masih hidup arwahnya, sehingga perlu dimintai berkahnya. Nenek moyang memberi keteladanan.
Sinom Parijatha
Nulada laku utama,
Tumrape wong Tanah Jawi, Wong agung ing Ngeksiganda,
Panembahan Senapati, Kepati amarsudi, Sudane hawa lan nepsu,
Pinesu tapa brata,
Tanapi ing siyang ratri, Amamangun karyenak tyasing sasama.
Ada tafsir penjelasan makna. Lagu sinom ini berisi tentang ajaran keutamaan yang telah diwariskan oleh Panembahan Senopati. Beliau adalah raja Mataram yang pertama. Sebagai seorang pemimpin Panembahan Senopati berhasil mengendalikan tingkah lakunya. Beliau mau memperkokoh jati diri dan selalu mawas diri. Dengan rakyatnya senantiasa berbuat kebajikan yang dapat menyenangkan pada sesama. Sikap hidup yang perlu dicontoh oleh sekalian pemimpin.
Tembang sinom Parijatha iku kapethik saka Serat Wedhatama kang dianggit dening Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IV. Panjenengane ngasta minangka adipati ing Mangkunegaran nalika taun 1853 – 1881. Kanggone para seniman tembang sinom mau mathuk minangka mat- matan. Lagune kepenak lan cakepane mawa pitutur luhur. Wong Jawa perlu nulad kautaman kang wis diwarisake dening Panembahan Senapati, raja ing Kraton Mataram.
Rela berkorban merupakan jiwa kebangsaan. Seorang pemimpin harus memahami konsep ngelmu laku. Ngelmu laku sebenarnya berasal dari nasehat dalam Serat Wedhatama. Ngelmu iku kelakone kanthi laku, ilmu itu tercapainya hanya dengan menjalani hidup.
Lekase lawan kas berarti bermula dari kas. Kas artinya nyantosani atau memberi kesentausaan. Setya budya pangekese dur angkara atau setia pada darma itu dapat menghindari sifat angkara murka.
Orang yang mau nglakoni berarti dirinya bersedia untuk menjalankan prihatin, mempersakit diri, menghajar jiwa -raga dengan maksud mengolah dan mempertajam rasa batin.
Gantungkanlah cita- citamu setinggi langit. Begitulah penghayatan Pak Jokowi atas tekad generasi muda. Seorang pemimpin harus memahami konsep jangka jangkah. Jangka mempunyai makna cita- cita, ramalan, prediksi dan antisipasi yang mengandung pengertian menatap masa depan. Jangkah berarti melangkahkan kaki atau mulai melangkah.
Kemajuan dalam Pandangan Pak Jokowi hanya dapat dicapai dengan tangan kumrembyah, suku jumangkah, tangan yang aktif dan kaki yang berjalan. Daya upaya yang dikerahkan akan membuat lebih dinamis dan produktif. Ada istilah sapa obah mamah ‘siapa yang bergerak, maka ia akan mendapat makanan, menunjukkan pentingnya seseorang untuk berusaha.
Cita- cita untuk menuju kesejahteraan tidak akan tercapai mana kala orang cuma berpangku tangan, bertopang dagu dan ogah- ogahan. Keberuntungan lebih mulia diusahakan daripada sekedar kebetulan.
Belajar yang tekun merupakan bentuk perjuangan. Seorang pemimpin harus anggegulang kalbu. Pada gulangen ing kalbu artinya seorang pemimpin hendaknya suka merenung, kontemplasi, refleksi dan mempertajam batin agar hati lebih peka terhadap lingkungan sekitar.
Kepekaan menurut Pak Jokowi diperlukan oleh seorang pemimpin agar cepat tanggap dalam menghadapi persoalan yang terjadi. Pemimpin yang tumpul pikiran dan keras hatinya tentu akan berbuat otoriter dan semaunya. Apabila kehendaknya tidak dituruti, dia akan cepat marah. Bawahan dan rakyatnya dicurigai bila perlu diperangi.
Refleksi dan introspeksi akan mencegah perbuatan yang tak terkendali. Segala tindakan harus diukur baik dan buruknya. Perlu belajar pada aktivitas penggembala bebek di sawah.
Angon Bebek.
Mak bapak ingsun arep mlaku, Angon bebek turut pinggire banyu. Bebeke sing lagi gebyur gebyuran, Angon bebek tengah sawahan. Ra perduli panas lan udan, Bebek ilang ora karuwan. Ngrasakna awak sar- saran
Sedina- dina neng tengah sawah, Angon bebek seneng gebyur- gebyuran.
Sing angon atine bungah lan susah, Mikirna semak sing ana omah. Mikirna sing arep diolah, Urip urip sing ora betah.
Ngupayaa urip kang genah.
Mak bapak ingsun arep mlaku, Angon bebek turut pinggire banyu. Bebeke sing lagi gebyur gebyuran, Mikirna simak sing ana omah. Mikirna sing arep diolah, Urip -urip sing ora betah
Ngupayaa urip kang genah.
Pengkajian atas tafsir penjelasan makna lagu ini memberi gambaran tentang seseorang yang sedang angon bebek. Dia rajin bekerja dalam keadaan panas dan hujan. Tanggung jawab dalam mencukupi keluarga.
Dengan belajar sejarah perjuangan bangsa, Pak Jokowi punya harapan, agar anak muda mau meniru kebaikan perjuangan pahlawan. Seorang pemimpin harus tanggap sasmita. Tanggap sasmita adalah responsif terhadap informasi simbolik. Orang yang tanggap sasmita mempunyai perasaan yang halus sehingga dirinya mudah menyesuaikan diri.
Sejak masih muda Pak Jokowi belajar tentang sasmitaning ngaurip. Tanda- tanda yang bersifat semiotis memerlukan ketajaman perasaan untuk menangkap maknanya. Tinggi rendahnya kepemimpinan Jawa salah satunya ditandai dengan kemampuannya dalam mengolah isyarat alamiah. Bahkan untuk memberi instruksi pun kadang -kadang lebih mengena dengan pasemon atau perlambang.
Semiotika Jawa mengandung makna yang menekankan pada perasaan. Ada ungkapan ing sasmita amrih lantip berarti supaya dapat menangkap arti simbolik dengan ketajaman batin. Sikap patriotisme dan nasionalisme perlu dipupuk, agar perjuangan para pahlawan tetap basuki lestari. Wajib anak bangsa memberi hormat pada jasa pahlawan.
(LM-01)

