Parlementaria: Keder Digertak Bupati? Hanya Sehari Walkout, Golkar Balik Kucing Ikut Rapat

Pun demikian, Fraksi Golkar juga terkesan menginginkan dana PEN itu dengan menyatakan, “Apabila asumsi pinjaman ini disetujui 100% maka kami Fraksi Golkar meminta saudara bupati untuk berani memasang peningkatan PAD melalui pajak daerah sesuai dengan PDRB yang telah diasumsikan sebesar Rp 41,016 T dengan text ration diasumsikan 0,57 maka idealnya pajak daerah dirancang Rp 233 M.”

Sementara Wakil Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mengharapkan pembangunan tetap berjalan secara optimal di tengah pandemi Covid-19 dengan dukungan dana PEN tersebut.

“Dengan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diusulkan bisa mengakselerasi pembangunan. Utamanya untuk pemulihan ekonomi di Buleleng,” ujarnya saat ditemui usai mengikuti sidang rapat paripurna pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD atas RAPBD TA. 2021 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Buleleng, Rabu (18/11/2020).

Sutjidra menjelaskan dalam rangka pemulihan ekonomi daerah, diberikan kesempatan kepada Pemerintah Daerah untuk mengajukan pinjaman PEN. Dana yang diperoleh dari pinjaman PEN tersebut sesungguhnya sangat dibutuhkan di tengah pandemi. “Juga merupakan sebuah program dalam pemulihan ekonomi di Kabupaten Buleleng,” jelasnya.

Kata dia, seluruh masukan dari fraksi-fraksi dalam rapat paripurna yang berlangsung seluruhnya positif. Apa yang disampaikan adalah untuk memperbaiki pembangunan di Buleleng untuk menjadi lebih baik. “Agar bisa kita laksanakan di tahun 2021 nanti,” kata Sutjidra diplomatis.

Sutjidra menyebutkan masukan yang disampaikan fraksi-fraksi di legislatif pada saat pemandangan umum akan dikaji langsung. Sehingga, pada rapat paripurna selanjutnya, eksekutif bisa memberikan klarifikasi. “Kita akan jawab sehingga legislatif bisa memahami usulan ini,” sebutnya.

Ia pun mengakui perbedaan pendapat itu adalah sesuatu yang biasa. Apalagi masalah pembahasan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah.
“Kita akan carikan solusinya bersama Pak Bupati dan pimpinan DPRD, pasti ada komunikasi dan ada jalan keluar terkait APBD tahun 2021 yang tujuannya agar pembangunan Buleleng tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19,” pungkas Sutjidra. frs/jmg/*

BAGIKAN KE :