Optimalkan Produksi Ikan dan Pertanian dengan Pola Mina Padi

Sukasada, LIPUTAN68.com – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng untuk mengoptimalkan lahan sawah agar mampu mendorong peningkatan produksi terus dilakukan. Salah satu upaya tersebut diantaranya melalui program Mina Padi.

Pola tanam mina padi adalah penggabungan antara budidaya ikan dan pertanian. Kali ini, Pemkab Buleleng melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan dan Dinas Pertanian menebar bibit ikan nila di lahan pertanian Dusun Mandul, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Kamis (19/11/2020). Sebanyak 8000 ekor benih ikan nila yang ditebar dilahan pertanian tersebut.

Pola tanam mina padi ini diyakini dapat menyuburkan lahan sawah dengan adanya kotoran ikan yang mengandung berbagai unsur hara. Selain itu, Padi yang dihasilkan adalah padi organik yang lebih sehat karena tidak menggunakan pestisida kimia. Secara ekonomis, budidaya mina padi dapat meningkatkan produktivitas lahan sawah karena selain tidak mengurangi hasil padi, juga dapat menghasilkan ikan, sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, serta mencegah alih fungsi lahan sawah. Budidaya minapadi dapat diusahakan oleh pembudidaya ikan/petani dengan teknologi yang sederhana dan terus berkembang.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng Gede Melandrat, SP saat ditemui usai melakukan penebaran benih ikan. Ia menyebutkan, program ini merupakan gagasan dari Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST dalam rangka meningkatkan produksi padi dengan pola mina padi dan pemasangan jaring diatas tanaman padi agar produksi tidak terganggu oleh hama burung.

“Kegiatan ini tidak terlepas dari gagasan Bapak Bupati yang menginginkan pemanfaatan lahan pertanian yang dapat menciptakan peningkatan produktifitas pertanian dan perikanan,” ujarnya.

Gede Melandrat menuturkan, dari 8000 ekor benih ikan nila yang ditebar, akan mampu menghasilkan 1 ton ikan nila dalam waktu 6 Bulan.

“Tentunya ini membawa dampak yang baik dan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat petani,” tuturnya.

Dikatakannya, dipilihnya Desa Panji sebagai tempat pelaksanaan mina padi, karena Desa Panji memiliki sistem irigasi atau subak yang cukup baik dari sudut pengelolaan air.

BAGIKAN KE :