Oleh: Dr. Purwadi M.Hum
(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara – LOKANTARA Hp 087864404347)
A. Wacana Kemandirian Masyarakat.
Gagasan tentang Kemandirian masyarakat diuraikan Ir H Soekirman pada tanggal 27 Nopember 2020. Bertempat di rumah kayu, Jl Suka Tenang Medan Sumatera Utara. Acara diskusi sosial ini dalam mencari bentuk pemberdayaan demi kesejahteraan rakyat.
Hadir pula tokoh millenial, yakni Tengku Muhammad Ryan Novandi B.Bus.M.Ib. Tokoh pemuda ini memiliki visi misi yang cemerlang atas problematika mutakhir. Pendidikan, pengalaman dan pengetahuan tokoh millenial ini memang handal. Tengku Ryan Novandi selalu tampil cerdas tangkas cermat bersahaja.
Keutamaan mengalir dari leluhur. Kasultanan Serdang leluhur Tengku Muhammad Ryan Novandi. Nilai keagungan dan keanggunan yang terwariskan menjadi suri teladan.
Bobot diskusi sangat menarik ketika narasumber pokok berbicara. Dr Tengku Erry Nuradi M.Si, Gubernur Sumatera Utara tahun 2013 – 2018 ini memberi paparan yang jelas tegas tuntas. Karya beliau selama menjabat Bupati Serdang Bedagai tahun 2005-2013 tertanam kuat di hati rakyat.
Kepercayaan rakyat pada Tengku Erry Nuradi ini bertambah mantab setelah memimpin Propinsi Sumatera Utara. Wejangan Dr Tengku Erry Nuradi M.Si mencerahkan peserta. Inilah kelebihan orang yang halus berperi bijak bestari.
Topik diskusi memang menarik. Usulan dan saran datang dari sesepuh Sergai. Perintis pemekaran Kabupaten Sergai bernama David Purba. Saat itu bersamaan dengan hari ulang tahunnya, 27 Nopember 2020. Kue tart pun dibagi. Sejenak acara diskusi ini pun bertambah meriah. Jiwa yang bergelora di hati David Purba selembut dengan kue hidangan. Kajian sosial ekonomi pun berlanjut. Situasi tegang memanas kembali.
Pendukung acara dilakukan oleh Ali Amran. Aktivis dari ormas terkemuka ini lama malang melintang dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Jaringan sosial berkelas luas. Dari sentuhan tangannya muncul ragam gagasan dan tindakan yang bermutu tinggi.
Publik sudah mengetahui kiprah agung seorang Junaidi. Kini dia mengelola kegiatan yang layak diberitakan lewat media sosial. Pemberitaan media sosial kini meliputi biografi para tokoh, sejarah Kabupaten, peristiwa budaya, gelar seni, kontribusi pendidikan. Dengan tujuan berhasil mencapai sebuah peradaban yang mulia.
Para tokoh tersebut ada yang pernah mendapat gelar adat. Bergelar nama adat, agar dirinya beradat dan beradap. Maka pada diri penyandang gelar ada kewajiban mengembangkan keluhuran budaya adi luhung.
Pendapat yang kreatif, produktif dan aktif muncul dari Wahyudi. Pemikiran yang dikemukakan senantiasa mengagumkan. Logika etika estetika yang diutarakan memenuhi konsep kebenaran kebaikan keindahan. Pastas sekali Wahyudi ini menjadi penggerak sosial ekonomi yang mumpuni.
Hidup mesti berguna bagi sesama. Sebagai alumni STIP, Sekolah Tinggi Ilmu Publistik tentu saja Wahyudi piawai dalam bidang komunikasi. Kecakapan ini berguna saat dirinya memimpin organisasi LSM BITRA yang tangguh di wilayah kota Medan.
Makin malam bahasan makin mendalam. Dialog sosial ekonomi berjalan, dengan penuh semangat. Suasana malam yang dingin disertai hujan gerimis, seolah olah tak dirasakan. Hangatnya topik pembahasan, mengusir rasa ngantuk, pegel, penat. Apalagi kopi, teh, camilan setia mengawani. Debat sengit disertau gelak ketawa berlangsung hingga pukul 02.00 dini hari. Waktu yang panjang digunakan untuk membahas tema berbobot.
Pemikiran yang terhimpun dalam diskusi berguna untuk melakukan pemberdayaan. Butir butir pemikiran cemerlang dari praktisi, pengamat dan pakar merupakan sumbangan yang berharga.
Perlu kiranya dilacak secara historis. Bagaimana pasang surut perjalanan LSM yang tumbuh di kota Medan dan sekitarnya. Agar diperoleh pemahaman yang sepuh utuh tangguh.
B. Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kesadaran Historis.
Kesadaran sejarah amat penting dipahami. Ir H Soekirman terlebih dulu mengajak untuk berkaca pada kiprah para pendiri bangsa. Konsep tentang kemandirian sudah berlangsung dari generasi ke generasi.
