“Melalui kegiatan ini, selain dapat menumbuhkan rasa saling membantu dan gotong royong, juga dapat menumbuhkan semangat masyarakat untuk lebih cinta Tanah Air,” tutur Iksan.
Hal senada juga dikatakan Pastor Paroki Fulur, Primus Seran, PR. Romo Primus menyampaikan terima kasih kepada personel pos Delomil yang sudah melibatkan diri dan bekerja bersama serta peduli kepada pembangunan gereja tersebut.
“Saya mewakili umat Katolik Stasi Tahon sangat berterima kasih dan mengapresiasi kepada anggota Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB, khususnya Pos Delomil, yang sudah bersama masyarakat ikut membangun gereja, sehingga mengajarkan kepada masyarakat saling membantu walaupun beda agama. Semoga bapak-bapak TNI selalu dilindungi dan diberkati oleh Tuhan Yang Maha Esa dalam menjalankan tugas di perbatasan,” ucap Romo Primus.
Selain anggota Satgas dan warga umat Gereja, kegiatan tersebut juga diikuti oleh warga yang beragama Islam.
“Hal Ini menunjukan melalui kegiatan tersebut dapat menggambarkan wujud Kebhinekaan Tunggal Ika dimana perbedaan bukanlah suatu halangan dalam menunjukkan rasa senasib sepenanggungan serta wujud toleransi beragama bukan hanya di saat hari-hari besar saja, akan tetapi juga dalam kegiatan karya bhakti,” pungkas Dansatgas Andrian. frs/jmg/*
