Menelusuri Sejarah dan Asal-usul Suku Jawa
MEDAN – LIPUTAN68.com – Suku Jawa menjadi salah satu suku terbesar di Indonesia dengan jumlah sekitar 95.2 juta lebih atau 40,45 % dari populasi manusia yang terdapat di Nusantara.
Suku yang mempunyai banyak ciri khas misalnya di bidang budaya, bahasa, dan kuliner ini terkenal dengan sifat dan tutur katanya yang halus. Tidak hanya bertempat tinggal di pulau Jawa, suku Jawa juga tersebar di berbagai pelosok di Indonesia bahkan di dunia.

Walaupun suku Jawa telah tersebar di seluruh Nusantara, namun masih banyak orang yang tidak mengetahui sejarah dan asal-usul dari suku Jawa.
Lalu bagaimana sejarah dan asal-usul suku Jawa ? Apakah suku Jawa berasal dari nenek moyang asli pribumi ? Atau mereka berasal dari pendatang ?
Peradaban suku Jawa termasuk maju, hal tersebut dapat dibuktikan diantaranya adalah dengan ditemukannya candi yang merupakan peninggalan kerajaan-kerajaan besar yang berada di tanah Jawa yang bisa kita lihat sampai sekarang, seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Mendut, Candi Singosari, dan masih banyak lagi.
Ada beberapa teori yang menjelaskan asal-usul dari suku Jawa tersebut, yaitu :
Menurut Sejarawan
Yang pertama adalah menurut sejarawan. Para sejarawan meyakini asal-usul dari suku Jawa berasal dari orang-orang Yunani di negara China. Sejarawan asal Belanda Prof Dr. H. Kern mengungkapkan penelitiannya pada tahun 1899. Dia menyebutkan bahwa bahasa daerah di Indonesia mirip satu sama lain.
Kemudian ia menarik kesimpulan jika bahasa tersebut berasal dari akar rumpun yang sama yaitu rumpun Austronesia. Hal itu yang meyakini sejarawan sebagai asal-usul terbentuknya suku Jawa di Nusantara.
Menurut Babad Tanah Jawa
Diceritakan bahwa masyarakat Jawa berasal dari Kerajaan Keling (Kalingga) yang berada di daerah India Selatan. Salah satu Pangeran kerajaan Keling yang tersisih akibat perebutan kekuasaan pergi meninggalkan kerajaan dan diikuti dengan para pengikutnya.
Pangeran Keling pergi sangat jauh dari kerajaan. Akhirnya Pangeran Keling menemukan sebuah pulau kecil yang belum berpenghuni dan melakukan gotong royong untuk membangun pemukiman bersama pengikutnya, yang kemudian diberi nama Jawavacekwara, hal tersebut menjadikan keturunan pangeran dan para pengikutnya dianggap sebagai nenek moyang suku Jawa.

Menurut Arkeolog
Teori mengenai asal-usul suku Jawa pertama kali dikemukakan oleh para arkeolog yang meyakini bahwa nenek moyang suku Jawa adalah penduduk pribumi yang tinggal jutaan tahun yang lalu di pulau ini.
Berdasarkan berbagai penelitian, arkeolog menemukan beberapa fosil manusia purba yang dipercaya sebagai asal-usul suku Jawa seperti Pithecanthropus Erectus dan Homo Erectus. Fosil tersebut dilakukan tes DNA dengan suku Jawa pada masa kini.
Hasilnya DNA tersebut menyatakan tidak memiliki perbedaan yang jauh satu antara yang lain. Hal tersebut pada akhirnya dipercayai oleh para arkeolog sebagai asal-usul dari keberadaan suku Jawa.
Tulisan Kuno India
Asal-usul suku Jawa kali ini menyebutkan bahwa pada zaman dahulu beberapa pulau di kepulauan Nusantara menyatu dengan daratan Asia dan Australia. Hingga terjadi musibah yang menyebabkan meningkatnya permukaan air laut yang merendam beberapa daratan dan memisahkan pulau-pulau tersebut dari daratan dan memunculkan pulau-pulau baru seperti pulau Jawa.
Menurut tulisan kuno India, Aji Saka menjadi orang pertama yang menemukan dan menginjakkan kakinya di tanah Jawa pertama kali, sehingga Aji Saka beserta para pengawal juga pengikutnya dianggap sebagai nenek moyang suku Jawa.
Menurut Surat Kuno Keraton Malang
Surat kuno ini bercerita mengenai asal-usul suku Jawa yang berasal dari kerajaan Turki pada tahun 450 SM. Raja Turki mengirim rakyatnya untuk mengembara dan membangun daerah kekuasaan mereka yang belum berpenghuni.
Akhirnya mereka menemukan tanah yang subur dan memiliki aneka bahan pangan. Semakin lama semakin banyak migrasi yang datang ke pulau tersebut, dan akhirnya pulau tersebut diberi nama tanah Jawi karena terdapat banyak tanaman Jawi.
Itulah beberapa teori yang menjelaskan mengenai asal-usul suku Jawa di Indonesia. Dengan kita mengetahui sejarah, akan semakin memperkaya ilmu tentang budaya, dan menambah informasi.(1-M)

Tinggalkan Balasan