Menelusuri Sejarah dan Asal-usul Suku Jawa

MEDAN – LIPUTAN68.com – Suku Jawa menjadi salah satu suku terbesar di Indonesia dengan jumlah sekitar 95.2 juta lebih atau 40,45 % dari populasi manusia yang terdapat di Nusantara.

Suku yang mempunyai banyak ciri khas misalnya di bidang budaya, bahasa, dan kuliner ini terkenal dengan sifat dan tutur katanya yang halus. Tidak hanya bertempat tinggal di pulau Jawa, suku Jawa juga tersebar di berbagai pelosok di Indonesia bahkan di dunia.

Doc. kurio.id

Walaupun suku Jawa telah tersebar di seluruh Nusantara, namun masih banyak orang yang tidak mengetahui sejarah dan asal-usul dari suku Jawa.

Lalu bagaimana sejarah dan asal-usul suku Jawa ? Apakah suku Jawa berasal dari nenek moyang asli pribumi ? Atau mereka berasal dari pendatang ?

Liputan JUGA  Wujudkan Lalu Lintas Lancar, Pemkab Dairi Gelar Rakor Lintas Sektoral LLAJ 2022

Peradaban suku Jawa termasuk maju, hal tersebut dapat dibuktikan diantaranya adalah dengan ditemukannya candi yang merupakan peninggalan kerajaan-kerajaan besar yang berada di tanah Jawa yang bisa kita lihat sampai sekarang, seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Mendut, Candi Singosari, dan masih banyak lagi.

Ada beberapa teori yang menjelaskan asal-usul dari suku Jawa tersebut, yaitu :

Menurut Sejarawan

Yang pertama adalah menurut sejarawan. Para sejarawan meyakini asal-usul dari suku Jawa berasal dari orang-orang Yunani di negara China. Sejarawan asal Belanda Prof Dr. H. Kern mengungkapkan penelitiannya pada tahun 1899. Dia menyebutkan bahwa bahasa daerah di Indonesia mirip satu sama lain.

Kemudian ia menarik kesimpulan jika bahasa tersebut berasal dari akar rumpun yang sama yaitu rumpun Austronesia. Hal itu yang meyakini sejarawan sebagai asal-usul terbentuknya suku Jawa di Nusantara.

Liputan JUGA  Setelah Ciptakan Bulan, Ini Matahari Buatan Cina

Menurut Babad Tanah Jawa

Diceritakan bahwa masyarakat Jawa berasal dari Kerajaan Keling (Kalingga) yang berada di daerah India Selatan. Salah satu Pangeran kerajaan Keling yang tersisih akibat perebutan kekuasaan pergi meninggalkan kerajaan dan diikuti dengan para pengikutnya.

Pangeran Keling pergi sangat jauh dari kerajaan. Akhirnya Pangeran Keling menemukan sebuah pulau kecil yang belum berpenghuni dan melakukan gotong royong untuk membangun pemukiman bersama pengikutnya, yang kemudian diberi nama Jawavacekwara, hal tersebut menjadikan keturunan pangeran dan para pengikutnya dianggap sebagai nenek moyang suku Jawa.

  Banner Iklan Sariksa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *