Bantuan Tak Segera Cair, Puluhan Guru Ngaji Di Tulakan Rencanakan Ngeluruk Kantor Kemenag Pacitan

Pacitan, liputan68.com- Puluhan kelompok penyelenggara TPA dan TPQ di Kecamatan Tulakan, mengalami kesulitan mencairkan dana bantuan dari Kementrian Agama yang telah diturunkan sejak November lalu.

Mereka tak bisa menyerap anggaran yang saat ini sudah masuk ke rekening salah satu bank yang ditunjuk, diduga lantaran belum mendapatkan izin operasional dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pacitan.

Anggota DPRD Pacitan dari PKS, Handoyo Aji mengatakan, sebenarnya ada 24 lembaga TPA ataupun TPQ penerima bantuan bagi guru ngaji. Masing-masing sebesar Rp 10 juta. Namun demikian dua lembaga sudah lebih dulu cair. Sedangkan 22 lainnya sampai detik ini tak kunjung ada kejelasan. “Anggaran sudah masuk di rekening calon penerima. Namun mereka belum bisa mencairkan gegara belum ada surat izin dari Kantor Kemenag Pacitan,” kata politikus PKS ini, Senin (21/12).

Karena terkesan dipersulit lantaran alasan yang tidak jelas, hari ini puluhan guru ngaji calon penerima bantuan tersebut meminta pendampingan anggota DPRD untuk datang ke Kantor Kemenag Pacitan dan mempertanyakan masalah tersebut. “Sebagai wakil rakyat kami akan ikut hadir mendampingi mereka. Kasihan guru ngaji di pedesaan baru mendapat bantuan tak seberapa namun dipersulit,” kritik Handoyo Aji.

BAGIKAN KE :