Perusahaan China Investasi Triliunan Rupiah Untuk Bangun Pabrik di Indonesia

Kontrak kerja sama ini menurut Septian ditandatangani demi memastikan agar CATL tidak hanya mengambil bahan mentah nikel saja, tetapi juga ikut memprosesnya di dalam negeri. Sehingga nilai tambah produk nikel dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia.

“Kami enggak mau mereka mendapatkan nikel, lalu membawanya ke negaranya untuk diolah di sana,” tutur Septian.

Adanya investasi ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mempercepat proses peralihan kendaraan yang menggunakan bensin menjadi mobil listrik.

Setidaknya hal tersebut sudah diwujudkan melalui adanya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Selain CATL, dua perusahaan lainnya yang diketahui ingin membangun pabrik baterai mobil listrik di Indonesia adalah Hyundai dan juga LG Chem.(1-M)

BAGIKAN KE :