MEDAN – LIPUTAN68.COM – Melihat dan menyikapi proses pelaksanaan pembelajaran yang sudah berlangsung hampir satu tahun (2020) yang berlangsung secara daring diyakini tidak berjalan secara efektif, khususnya yang berkaitan dengan mutu hasil belajar, daya serap kurikulum, maupun aspek-aspek lain dari nilai kompetensi siswa (hasil rapor).
Hal itu disampaikan pengamat pendidikan Sumatera Utara (Sumut), Mahdi Ibrahim melalui pesan elektroniknya kepada awal media, Minggu (27/12/2020) pagi WIB.
Menurutnya, semua komponen termasuk orang tua merasakan hasil yang didapat ini adalah nilai maksimal hasil pendidikan dimasa pandemi Covid-19. Saat ini imbuhnya, merupakan momen evaluasi secara menyeluruh (holistik) mulai dari hulu hingga hilir jalannya proses pendidikan.
“Kita perlu membangun kontruksi pendidikan kita kembali diawal tahun 2021, kita genjot semua aspek ketertinggalan menjadi peluang yang baik untuk membangun pendidikan,” tulis Mahdi Ibrahim.
Lebih lanjut dijelaskan nya, kebijakan baru dapat dilakukan dengan membangun sinkronisasi antar elemen dalam masyarakat, rekontruksi kebijakan harus dimulai dari hulu, kepala pemerintahan pada level provinsi harus memerintahkan unit-unit pelaksana teknis di setiap daerah (UPT) untuk menyusun dan mengendalikan program di lingkungan tugasnnya.
Selain itu tambahnya, membangun kolaborasi dengan unsur pimpinan di daerah, bupati/wali kota, dinas pendidikan, kesehatan, camat/lurah untuk sama bertanggung jawab dalam menjalankan pendidikan.
