JAKARTA, Liputan68.com | Ekspor mobil sepanjang 2020 turun 66,18% menjadi 285.207 unit dibanding tahun sebelumnya 843.429 unit. Penurunan ekspor mobil terjadi baik dalam bentuk utuh (completely built-up/CBU) maupun terurai (completely knock down/CKD).
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ekspor mobil CBU pada 2020 mencapai 232.175 unit, turun 30,1% dibanding tahun 2019 yang sebesar 332.004 unit. Ekspor mobil dalam bentuk CBU dilakukan oleh sembilan produsen, yakni PT Astra Daihatsu Motor (Daihatsu), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (Toyota), PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (Mitsubishi), PT Suzuki Indomobil Motor (Suzuki), PT Honda Prospect Motor (Honda), PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (Hino), PT Sokonindo Automobile (DFSK), PT Hyundai Indonesia Motor (Hyundai), dan PT SGMW Motor Indonesia (Wuling).
Tujuan Ekspor kendaraan Indonesia di antaranya adalah Ke Negara Bahrain, Brunei Darussalam, Ekuador, Kuwait, Laos, Myanmar, Oman, Filipina, Qatar, Thailand, Uni Emirat Arab, Yaman, Vietnam, Irak, Maroko, Papua Nugini, Arab Saudi, Antigua, Bangladesh, Cayman, Jamaika, Lebanon, Peru, Trinidad, Barbados, Guyana, ST Lucia, Suriname, Tahiti, Yordania, Fiji, Panama, Peru, Guatemala, Malaysia, Singapura, Jepang, Afrika Selatan, Nepal, Meksiko, Kamboka, Tahiti, Madagaskar, Kostarika, Afrika Barat, Gabon, Pakistan, Nikaragua, Bhutan, Nepal, Elsavador, Bolivia, Honduras, dan Mauritius. Ekspor CBU didominasi oleh Daihatsu yang mencapai 91.472 unit atau 39,4% dari total, disusul Toyota 53.728 unit (23,1%), Mitsubishi 40.589 unit (17,5%), Suzuki 37.400 unit (16,1%), Honda 5.970 unit (2,6%), Hino 865 unit (0,4%), DFSK 790 unit (0,3%), Hyundai 750 unit (0,3%), dan Wuling 611 unit (0,3%).
Sementara itu, untuk ekspor mobil dalam bentuk CKD anjlok hingga 89,6% pada tahun 2020 menjadi tinggal 53.032 unit dibanding tahun sebelumnya yang sebanyak 511.425 unit. Ekspor CKD dilakukan oleh empat pabrikan, yakni Toyota, Suzuki, Mitsubishi, dan DFSK. Sebanyak 40.890 unit atau 77,1% ekspor CKD dilakukan oleh Toyota, disusul 7.788 unit (14,7%) oleh Suzuki, 4.050 unit (7,6%) oleh Mitsubishi, dan 304 unit (0,6%) oleh DFSK.
Ekspor untuk komponen kendaraan juga menurun 22,9% pada 2020 menjadi 61.177.323 pieces dibanding tahun sebelumnya 79.300.676 unit. Ekspor komponen otomotif ini dilakukan oleh Toyota, Honda, Hino, dan Suzuki.
Ekspor komponen kendaraan ini didominasi oleh Toyota yang mencapai 93,2% atau sebanyak 57.045.439 pieces. Sementara Honda mengekspor 3.301.687 pieces (5,4%), Hino sebanyak 733.673 pieces (1,2%), dan Suzuki 96.524 pieces (0,2%).
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) lagi mempersiapkan argumentasi pendukung sanggahan (submisi) keberatan untuk membebaskan mobil Indonesia dari bea masuk tindakan pengamanan sementara (BMTPS) atau safeguard yang dibuat oleh pemerintah Filipina.
Direktur Pengamanan Perdagangan Kemendag Pradnyawati meyakini, pemerintah Filipina bakal mempertimbangkan poin-poin argumentasi yang disampaikan oleh Indonesia tersebut. Dia menilai, safeguard untuk mobil impor yang diterapkan pemerintah Filipina didasarkan oleh argumentasi yang sangat lemah dan tidak sejalan dengan kesepakatan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
