Jakarta, Liputan68.com | Di awal kepemimpinannya sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan gebrakan besar dengan merombak struktur di sejumlah perusahaan pelat merah.
Erick dianggap berani “menggantikan” sejumlah nama-nama komisaris maupun direksi yang saat itu merupakan pilihan utama pendahulunya di pucuk pimpinan perusahaah negara, Rini Soemarno.
Satu tahun lebih menjabat sebagai menteri, terungkap fakta ada sejumlah nama pilihan Erick Thohir di BUMN merupakan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai yang menaungi Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Ada sejumlah nama-nama beken partai berlambang banteng yang mengisi kursi dewan komisaris di perusahaan pelat merah. Berikut perinciannya:
Basuki Tjahaja Purnama
Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok didapuk menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) pada 25 November 2019. Ahok dianggap mampu membenahi persoalan yang ada di tubuh BUMN minyak tersebut.
Dwi Ria Latifa
