Liputan68.com | Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri rencananya akan dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kapolri hari ini, Rabu (27/1/2021).
Listyo Sigit sebagai calon Kapolri yang menggantikan Idham Azis, sosok Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo ramai disorot. Termasuk istri dan ketiga anak Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo pun tak ketinggalan ikut dikulik oleh publik. Siapa sangka, ketiga anak Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo ternyata tak ada yang mengikuti jejaknya sebagai anggota kepolisian.
Kendati begitu, karier ketiga anak calon Kapolri ini tak kalah mentereng dari sang ayah. Berdasarkan jadwal yang diterima redaksi, pelantikan Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan dimulai pukul 9.30 WIB.
Setelah dilantik Presiden Jokowi, maka Listyo Sigit Prabowo akan menjadi Kapolri ke-25. Berdasarkan data alumni akpol, //akpol.polri.go.id/, Listyo Sigit Prabowo, lahir di Ambon, Maluku, 5 Mei 1969. Listyo Sigit Prabowo diketahui beragama Kristen Protestan masuk Akpol 1988 dan lulus 1991. Listyo Sigit Prabowo berasal keluarga TNI sederhana. Saat masuk ke Akpol, Listyo Sigit Prabowo beralamat di Lanud Adi Sutjipto Blok P-1 Yogyakarta.
Meski nonmuslim, saat nama Listyo Sigit Prabowo diumumkan DPR sebagai calon tunggal Kapolri, ulama kharismatik Banten Abuya Muhtadi Dimyathi memberi dukungan.
Hal itu merujuk saat Listyo Sigit Prabowo menjabat Kapolda Banten sejak 5 Oktober 2016 hingga 13 Agustus 2018. Di Banten, kata dia, Listyo Sigit Prabowo mampu menciptakan kondisi dan situasi aman tanpa gejolak. Tak hanya itu, Listyo Sigit Prabowo juga sangat dekat dengan masyarakat termasuk para ulama.
“Tugas utama dia terus amankan negara ini. Insyaallah mampu.
Kalau beliau jadi (Kapolri) saya di belakangnya dan sebatas penguat saja. Saya ikut bagaimana keputusan pusat saja,” kata Abuya Muhtadi kepada wartawan, Jumat (15/1/2021).
Sementara Abuya Murtadho, adik Abuya Mutahdi mengungkapkan hal yang sama.
Menurut dia, selama berdinas di Provinsi Banten, Listyo Sigit Prabowo bekerja sangat baik dan mampu merangkul semua golongan. Bahkan Listyo Sigit Prabowo sempat menginstruksikan seluruh jajaran Polda Banten untuk membaca kitab kuning.
“Itu bagus,” ujarnya.
Dengan sikap tersebut, dia berharap seluruh polisi di Indonesia bisa mengikuti jejak Sigit saat memimpin provinsi yang terdiri dari 4 kota, 4 kabupaten, 154 kecamatan, 262 kelurahan, dan 1.273 desa itu.
“Seandainya polisi-polisi dan jenderal-jenderal seperti Pak Sigit pasti bener.
Nah, saya tidak tahu lagi setelah Pak Sigit pindah apakah program tersebut masih berjalan atau tidak,” tandasnya.
Di akhir pembicaraan, Abuya Murtadho berdoa yang terbaik untuk jenderal kelahiran Ambon tersebut.
“Doa yang terbaik saja ya,” katanya.
Saat menjalani fit and proper test di Komisi III DPR, Listyo Sigit Prabowo memaparkan konsep Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) yang mendapat aplus dari anggota legislatif.
Konsep tersebut merupakan fase lebih lanjut dari Polri Promoter (PROfesional, MOdern, dan TERpercaya)
yang telah digunakan pada periode sebelumnya dengan pendekatan pemolisian berorientasi masalah atau
problem oriented policing.
