Liputan EKONOMI & KEUANGAN

Inflasi Januari 2021 Sumut 0,45%

Ditulis oleh Liputan68 pada 2 Februari 2021 ⏱️ 2 Menit Baca

MEDAN – LIPUTAN68.COM – Sumatera Utara (Sumut) pada Januari 2021 mengalami inflasi sebesar 0,45 %. Penyumbang terbesar inflasi tersebut berasal dari komoditas makanan, salah satunya cabai merah.

Menurut Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut R Sabrina yang juga Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut, kondisi tersebut masih aman. Stok pangan secara umum juga masih mencukupi.

BACA JUGAHutang Indonesia Naik, Sri Mulyani: Utang Neto RI Akan Naik Rp 1.177,4 T di 2021

“Sejauh ini kalau kita lihat bahan pokok kita masih aman,” ujar Sabrina usai memimpin rapat koordinasi TPID Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Selasa (2/2).

Sabrina menyampaikan, ada beberapa poin penting yang harus ditindaklanjuti ke depan. Antara lain, petani harus mendapatkan harga yang baik. Begitu pula dengan harga konsumen.

BACA JUGAEfisiensi Anggaran, Perangkat Daerah Tak Perlu Tunggu Perubahan DPA Untuk Pencairan Kegiatan. Kecuali

Selain itu, cuaca juga menjadi penentu masa tanam atau produksi pangan. “Jika kita sudah mengetahui pola cuaca, kita bisa memprediksikan kapan dan di mana kita bertanam,” kata Sabrina.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut Soekowardojo menyampaikan makanan merupakan penyebab terjadinya fluktuasi inflasi Sumut. Cabai merah masih menjadi kunci dalam menjaga stabilitas inflasi.

BACA JUGADi Tahun 2021 Bukit Asam Mencetak Rekor Labah Bersih 8 Triliun Angka yang Signifikan

Perekonomian tahun 2021 diperkirakan menguat seiring dengan pulihnya ekonomi global. “Diiringi peningkatan harga komoditas dan kondisi Covid19 yang terkendali, sejalan dengan perbaikan pertumbuhan inflasi juga diprediksi meningkat namun masih dalam rentang sasaran,” ujar Soekowardojo.

Dikatakan juga, dampak La Nina masih perlu dicermati, karena berpotensi menyebabkan gagal panen. “Komoditi lainnya juga berpotensi mengalami kenaikan harga karena pasokan yang lebih sedikit. Kondisi ini disebabkan respons produsen akibat pendapatan yang menurun di tahun 2020,” terangnya.

BACA JUGAGubernur Koster Janji Kembangkan UMKM dan Koperasi Tahun 2021

Soekowardojo juga menyampaikan ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh berbagai pihak. Di antaranya pemerintah perlu terus mengupayakan penanganan kesehatan dan distribusi vaksin Covid-19, optimalisasi intervensi pemerintah, pembuatan neraca pangan, perbaikan infrastruktur pendukung serta penguatan BUMD.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Deliserdang BMKG Syafrinal menyampaikan secara umum Indonesia terdampak La Nina. Khusus Sumut, dampak La Nina tidak begitu signifikan. “Dampak La Nina ini tidak begitu signifikan pada peningkatan curah hujan di Sumut,” kata Syafrinal.

BACA JUGAProduk UMKM Pakpak Bharat Tumbuh Pesat di Era Pandemi

(LM-01)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian