Kuliner Kawan Lama di Pantai Labu Deli Serdang
Oleh: Dr Purwadi M.Hum.
(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara, LOKANTARA. Hp 087864404347)
A. Wisata Kuliner Tradisional.
Tiap hari Minggu pagi berbondong bondong orang datang ke pintu gerbang pantai Labu.
Tua muda, besar kecil, laki laki perempuan bergembira ria. Mereka hadir berwisata kuliner untuk memanjakan lidah.
Pusat kuliner ini bernama KAWAN LAMA. Komunitas jajanan tradisional ini dikoordinir oleh Bang Haji Dedi. Bersama dengan pemuda pemudi setempat, Bang Haji Dedi menggerakkan ekonomi kreatif. Sebuah kegiatan untuk menjawab problematika sosial ekonomi mutakhir.
Hari itu tepat hari Minggu, tanggal 14 Pebruari 2021. Cuaca cerah, matahari bersinar terang, angin berhembus sumilir. Burung burung berlompatan sambil berkicau. Kanan kiri hamparan sawah dengan tanaman menghijau. Ada padi, jagung, ketela pohung, ubi, baysm, kangkung, terong. Dari segala penjuru orang hadir berduyun duyun bersama keluarga handai taulan.
Ir H Soekirman Bupati Serdang Bedagai berkenan hadir secara informal. Naik mobil kuno disopiri sendiri. Dari Medan sampai Pantai Labu, perjalanan ditempuh dengan penuh pujian. Apalagi pantai Labu berdekatan dengan kampung halamannya, Pagarjati Lubuk Pakam. Malah dulu sering mengadakan bakti sosial di lingkungan pantai Labu.
Segera Pak Kirman menukar uang dengan pecahan tempurung. Jual beli di warung Kawan Lama menggunakan uang bathok atau tempurung. Untuk sementara uang asli tidak berlaku. Hebat benar, komoditas Kawan Lama punya sistem perbankan swakarsa.
Suasana pedesaan tempat Kawan Lama beroperasi sangat terasa. Ayam jantan berkokok. Dari kejauhan terasa menentramkan hati. Bebek, kambing, sapi digembala di padang rumput. Pohon pohon rindang menemani orang yang sedang kuliner. Sarapan pagi makin nikmat.
Panitia yang mengkoordinir jajanan tradisi Kawan Lama berbusana adat. Pagi itu berkostum Jawa. Pria mengenakan baju lurik, celana, selop dan blangkon. Putri mengenakan jarik, selop, kebayak lurik dan sanggul. Tampak anggun dan agung. Semangat bernyala nyala, wajah berseri seri. Seolah olah mereka seperti Wong Solo.
Meriah sekali. Cukup memberi rasa aman nyaman. Pengunjung menikmati aneka ragam masakan. Mulai dari makanan kelas berat, camilan, minuman tersedia. Lontong opor, soto, nasi pecel, rawon, gule, sate, kupat tahu, sega uduk tersedia banyak. Tinggal pilih menu kesukaan. Harganya dijamin murah terjangkau.
Gubug yang ditata sebagai pengganti kios disulap menjadi warung makan. Tampak indah elok estetis. Pengunjung tinggal pesan tulisan daftar menu. Enak banget.
Makan dengan duduk di meja kursi sudah disediakan. Makan sambil duduk lesehan di atas tikar, juga boleh. Benar benar cocok untuk hiburan keluarga. Apalagi hari Minggu, tentu perlu istirahat yang lebih santai. Datang ke Kawan Lama, itulah yang paling cocok.
Betul juga. Sejak pukul 6.30 hilir mudik konsumen berdatangan. Mereka datang dari Langkat, Labuhan Batu, Tebing Tinggi, Siantar, Simalungun, Medan. Sekedar untuk kuliner. Jauh jauh berdatangan hanya untuk sarapan. Berarti Kawan Lama cukup bermakna dan berarti.
Deretan kendaraan dengan plat berwarna warni. Parkir penuh, tetapi tertata rapi. Panitia telah bekerja dengan teliti cermat. Parkir merupakan fasilitas yang harus ada. Pelayanan parkir harus mengandung unsur aman nyaman. Begitulah pengurus Kawan Lama yang punya ide cemerlang.
Sambil bincang santai, konsumen pesan minuman. Tersedia teh, kopi, susu, jahe, dawet, degan. Pilih minuman yang hangat, pasti ada. Pilih yang dingin, tinggal diantar. Pelayanan cukup prima.
Makanan ringan banyak ragamnya. Getuk, gemblong, klenyem, jadah, jenang, cucur, samplok, cenil, rujak serut, rujak cingur, wajik, rengginang tersusun berjajar jajar. Belinya pun tetap dengan uang batok atau tempurung.
Untuk oleh handai taulan sanak famili perlu makanan yang tahan lama. Bisa ambil gula kelapa, rengginang, jadah, jenang, dodol. Kemasan cukup kuat indah memikat. Pantas untuk dibawa pulang sebagai bukti buah tangan.
B. Usaha Ekonomi Kreatif.
Ekonomi kreatif sebuah keharusan. Itulah jawaban yang tepat untuk situasi sekarang. Orang mulai sadar pentingnya sektor pertanian.
Dari hasil pertanian ini diolah menjadi ragam industri makanan. Komunitas Kawan Lama membaca peluang usaha. Dengan didukung pemuda yang aktif dan masyarakat yang trampil, jadilah kegiatan kuliner tiap hari minggu pagi.
Kualitas perlu dijaga, mutu harus dijamin. Sukses gemilang Kawan Lama disadari dengan inovasi dan evaluasi. Komentar, saran, usulan dari konsumen diperhatikan. Masa depan Kawan Lama bertambah gemilang.
Seribu jalan menuju Roma. Di mana ada kemauan, di situ pasti ada jalan. Pepatah luhur itu perlu direnungkan. Komunitas Jajanan Kasan Lama menyadari arti penting kreativitas demi kemajuan.
Pujian meluncur dari Ir H Soekirman. Di tengah pandemi Covid 19, warga Deli Serdang tampil mandiri. Dengan kreatif komunitas Kawan Lama membuka lapangan kerja. Ibu ibu berjualan makanan. Siswa siswi kejuruan berlatih wiraswasta. Pemuda pemudi membuka lapangan kerja. Kawan Lama menyediakan tempat untuk praktek dan berlatih.
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang terbantu. Program pemberdayaan masyarakat desa berjalan. Dinas Pertanian, wisata dan budaya mendapat dukungan. Masing masing pihak bergandengan tangan. Bersatu padu untuk mewujudkan kesejahteraan.
Kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif pasti mendukung. Bapak Sandiaga Uno kalau hadir di komunitas Kawan Lama mesti memberi sokongan.
Terlebih lebih Dinas pertanian Propinsi Sumatera Utara, selama ini merasa bangga. Anak muda yang terhimpun dalam komunitas Kawan Lama menjadi percontohan usaha ekonomi kreatif.
Lebih jauh berlangsungnya Kawan Lama sebagai sarana pembelajaran. Gelar seni budaya diselenggarakan untuk menambah hiburan santai. Menari, menyanyi diberi fasilitas. Secara spontan mereka bisa unjuk bakat kebolehan.
Kadang kala dilakukan lomba mewarnai, lomba melukis. Peserta dari Paud dan siswa TK. Betapa ramainya. Kawan Lama didukung berbagai kalangan.
Unggul dan kompetitif. Penataan kawasan Kawan Lama juga mengagumkan. Gubug berderet deret. Menu ditulis jelas. Daftar makanan dan minuman bikin mudah pembeli.
Anak istri, kakek cucu berkumpul bahagia. Kawan Lama telah menjadi obat rindu.
Buat rekan rekan rekan aktivis Kawan Lama. Perlu diberi ucapan yang memberi semangat. Berjuang untuk kemakmuran negeri.
Selamat berkarya. Sukses sepanjang masa.
(LM-01)

Tinggalkan Balasan