Selesai Menjabat Bupati Sergai, Soekirman Langsung Ditunjuk Sebagai Ambassador Organik Indonesia

MEDAN – LIPUTAN68.COM – Meskipun persepsi pemerintah dan non pemerintah (NGO) relatif sama menuju sustainable agriculture, namun dalam pencapaian dilapangan selama satu dasawarsa dirasakan lambat dan stagnant. Untuk itulah diperlukan gerakan simultan 3K; kebijakan, kelembagaan, dan kebersamaan menuju sustainable agriculture dengan bertumpu pada community based dan pemerintah local.

Untuk tercapainya gerakan pertanian organik yg simultan antara pemerintah lokal dan organisasi non pemerintah, Aliansi Organik Indonesia (AOI) yg berpusat di Bogor menunjuk Ir. Soekirman Bupati Sergai 2016-2021 menjadi Ambassador Pertanian Organik Indonesia, Kamis (18/2/2021).

Tugasnya Aambassador ini mensosialisasi kebijakan, membangun kelembagaan dan menghubungkan (bridging) lembaga pemerintahan lokal untuk tingkatkan eskalasi pertanian organik sebagai gerakan sektoral wujud dari inclusive sustainable development.

Menurut Pius Mulyono Direktur AOI menjelaskan bahwa ketika menjabat bupati Sergai Soekirman dinilai berhasil menjadikan kabupaten sebagai kabupaten organik. Karenanya Sergai diterima sebagai anggota full membership ALGOA (Asian Local Government for Organic Agriculture) yg berpusat di Goesan, Korea selatan sejak tahun 2017.

“Salah satu tugas berat ambassador adalah adanya political will pemerintah lokal para Bupati, walikota dalam menggerakkan potensi pertanian organik. Selain kerbepihakan pada petani khususnya aplikator organik, Soekirman juga sudah aktif menggerakkan pertanian organik sejak tahun 80 an dan aktif berjejaring di level nasional maupun internasional. Dia telah mempromosikan pertanian organik sebagai model pertanian yang secara ekonomi lebih menguntungkan dan terbukti menciptakan ekosistem pertanian yang sehat (eco farming ecosystem)”, ungkap Pius.

Di Sumatera utara selain kabupaten Sergai, ada Pemko Binjai, Pemko Tebing Tinggi yang telah menunjukkan perkembangan gerakan organik dan telah tercatat sebagai member ALGOA di Goesan, Korsel. Dengan adanya jaringan international, kedepan diharapkan lebih terbuka peluang pasar dan ekspor organik yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

BAGIKAN KE :