Sejarah Pulau Samosir

Oleh: Dr. Purwadi, M.Hum. 

(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA, Hp: 0878 6440 4347)

A. Daya Magis Pulau Samosir.

Masyarakat adat Batak yakin bahwa asal usul lelehur berasal dari Pulau Samosir. Derajat pangkat hormat diwariskan oleh nenek moyang.

Wajar sekali Pulau Samosir terpatri dalam hati sanubari. Kepercayaan spiritual ini berlangsung turun tumurun. Warga Batak selalu mendapatkan energi magis setelah datang ke Pulau Samosir.

Sopo Guru Tatae Bulan sangat dihormati. Leluhur Batak ini memberi doa restu kepada sekalian warga Batak. Terutama yang menjunjung tinggi adat Istiadat tradisional.

Perjalanan ke Pulau Samosir tentu dengan menyeberangi Danau Toba. Proses penyeberangan ini juga sumber kekuatan jiwa raga. Kejernihan danau Toba membuat hati tenang damai.

Menuju Pulau Samosir juga bisa ditempuh lewat jalan darat Pangrururan. Yaitu jalan darat yang menghubungkan pulau Samosir dengan pulau Sumatera. Sepanjang jalan akan tampak deretan Bukit Barisan.

Tahun 2003 dibentuk Kabupaten Samosir. Ini penekaran dari Kabupaten Toba Samosir. Kabupaten Samosir terdiri dari sembilan kecamatan. Wilayah Samosir dengan ketinggian 1012 m.

Tanah Samosir seluas 63120 hektare. Dalam kata lain Pulau Samosir luasnya 642 Km pesagi. Kabupaten Samosir seluas Negeri Singapura.

Untuk berkunjung ke Pulau Samosir bisa melalui tiga pelabuhan. Pelabuhan Ajibata terhubung dengan pelabuhan Tomok. Pelabuhan Tigaras terhubung dengan pelabuhan Simanindo. Pelabuhan Muara terhubung dengan pelabuhan Nainggolan.

Makam raja Sidabutar berada di kawasan Tomok. Terdapat Batu Parsidangan yang dianggap keramat.

Musium Huta Bulan dibuat untuk mengenalkan sejarah peradaban. Pertunjukan Sigale Gale atau Tortor membawa semangat hidup. Begitulah arti penting adat Istiadat warisan para leluhur.

Kawasan wisata Tuktuk memutar industri kreatif. Sentra wisata alam danau Toba menjanjikan prospek masa depan yang lebih gemilang.

Peluang pengembangan wisata pulau Samosir memang mengagumkan. Danau Aek Natonang bisa untuk berenang. Danau ini terletak di Tanjungan Simanindo. Danau Aek Natonang seluas 105 hektare, maka mendapat julukan danau di atas danau.

Ada lagi danau yang dianggap magis. Yakni danau Sidihoni. Mandi pada saat bulan purnama di danau Sidihoni dipercaya akan lancar jodoh.

Dalam sejarahnya danau Toba diperintah oleh Sopo Guru Tatae Bulan. Leluhur orang Batak yang berada di Pulau Samosir ini memberi semangat untuk berjaya di sepanjang masa.

Perairan danau Toba mengintari Pulau Samosir. Luas danau Toba termasuk danau vulkanik terbesar di dunia. Panjang 106 km. Lebar 32 km. Perairan danau Toba dikelilingi huran dan pegunungan. Sedap indah mata memandang.

Dengan kedalaman 507 m, lalulintas danau Toba berjalan lancar tiap hari. Perahu datang pergi silih berganti. Barang dan jasa diangkut lewat danau Toba . Orang memutar roda ekonomi. Kehidupan masyarakat danau Toba berlangsung menurut hukum alam yang berlaku.

Oleh karena lingkungan danau Toba perlu dijaga. Kebersihan alam harus dirawat. Tak boleh bawa kotoran. Jangan bikin kerusakan. Itulah ajaran luhur Sopo Guru Tatae Bulan.

Mala petaka karena kesalahan manusia. Umumnya demi kesenangan lantas menempuh jalan pintas. Misalnya kecelakaan perahu feri pada tanggal 18 Juni 1918. Kapal feri tenggelam bersifat magis spiritual. Peringatan agar waspada dalam hidup.

Bukit barisan berjajar jajar menghias suwarna dwipa. Pegunungan yang membentang sepanjang pulau Sumatera ini melalui pula lingkungan sekitar danau Toba. Begitu megah mewah gagah indah. Rasa yang bergelora pasti tergugah.

Jiwa Pendidik berbasis budaya menyelimuti tekat generasi. Muncul kepemimpinan dari lingkungan danau Toba.

Jelas danau Toba memuat ajaran kearifan lokal secara simbolis. Pendidikan menjadi unsur yang utama dalam penyelenggaraan pembangunan nasional. Oleh karena itu penyelenggaraan pendidikan sebaiknya tetap memperhatikan aspek budaya.

Belajar dari lingkungan danau Toba memang perlu. Dengan demikian peserta didik tetap berpangkal dari jati diri dan kearifan lokal yang telah diwariskan oleh leluhurnya secara turun temurun.

Pengalaman adalah guru yang sangat baik. Dari pengalaman itulah seseorang dapat mengalami proses pembelajaran. Anak keturunan lingkungan danau Toba telah memberi contoh kesuksesan. Namanya Drs. Joni Walker Manik, MM. Begitu tinggi penghayatan atas lingkungan danau Toba. Jadilah pribadi yang bijak bestari.

Pengabdian menjadi titik tolak jejak langkah. Joni Walker Manik menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai. Sebelumnya juga pernah mendapat tugas yang beragam di lingkungan pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagai Propinsi Sumatera Utara.

Alam danau Toba memberi semangat kebijaksanaan. Jauh dari jabatan struktural, Pak Joni Walker Manik adalah seorang guru, pengajar atau pendidik yang berpengalaman.

Penampilan Pak Joni sebagai trah alam Danau Toba sungguh luwes. Tutur katanya terukur. Boleh dikata amat fleksibel.
Tentu saja banyak kawan. Di mana saja berada, orang berdatangan untuk sekedar ngobrol, bercakap, bincang bincang dengan tema apa saja. Gelak tawa dan canda ria menghias suasana. Jelas sekali kalau Pak Joni memiliki selera persahabatan. Terlebih lebih saat beliau berdinas, para wartawan ramai berjubel. Mereka dilayani dengan ramah tamah. Raut muka mereka bersinar sinar. Tanda bahwa hubungan mereka amat akrab.

Postur badan Pak Joni Walker Manik tinggi besar. Dari dekat jauh selalu tampak gagah, agung, anggun. Cocok jadi seorang pemimpin. Busana macam apa pun pantas dipakai. Saat santai pakai kaos oblong. Kelihatan ganteng juga. Situasi formal menggunakan jas berdasi, juga bertambah wibawa.

Aura danau Toba menguatkan jiwa. Bekal menjadi pemimpin memang lebih dari cukup. Ditambah kualitas suara yang mantab. Kalau berpidato pandai memilih kata, pintar menyusun kalimat. Para pendengar menjadi betah menyimak. Setiap kata yang meluncur pasti mengandung arti.

Memimpin rapat bagi Pak Joni merupakan kegiatan sehari hari. Anak buah penuh dengan perhatian. Tiap pikiran dan ungkapan diperhatikan oleh anak buah. Perintah Pak Joni bila dilaksanakan tentu banyak gunanya. Misalnya para guru yang mengikuti pelatihan, tak diperkenankan meninggalkan tempat sebelum acara selesai. Mereka kompak, taat dan patuh. Kata Pak Joni seorang harus menjadi contoh tentang praktek pendidikan karakter.

Pamor adalah pancaran kewibawaan. Bagi Pak Joni pamor merupakan harga diri dan kewibawaan yang perlu dijaga dengan kerja keras dan prestasi. Tidak ada tawar menawar. Prestasi gemilang mendatangkan prestise yang berkilauan. Maka seseorang perlu meraih prestasi.

Pola kepemimpinan yang bersandar kearifan lokal danau Toba terbukti nyata. Kesan pesan dari para Satpol PP, pegawai honorer, tukang sapu dan sopir diutarakan dengan jujur. Rata rata orang kecil ini menaruh hormat pada Pak Joni. Dengan gelak tawa mereka kecipratan rejeki. Pak Joni merupakan pejabat yang murah hati. Uang receh selalu tersedia dan terbuka. Pegawai bawahan ini seolah olah mendapat anugerah yang berlimpah ruah. Contohnya Sri Mulyani dan Diah, juru ketik handal dari Yogya.

Betapa bahagia mereka ini saat mendapat kiriman dari Pak Joni. Priyayi Batak ini begitu perhatian pada orang lain. Doa mereka lantas mengalir. Semua orang kecil yang mendapat perhatian akan muncul sikap hormat, patuh, segan. Mereka seraya berdoa dengan tulus ikhlas.

Lingkungan danau Toba bisa digunakan untuk refleksi. Meditasi kultural berlangsung lama. Masyarakat tradisional Batak patuh pada adat istiadat yang ada di Pulau Samosir.

B. Keteladan dari Pulau Samosir.

Semangat untuk maju membara di hati sanubari pemuda Samosir. Belajar keras dan tekun belajar itu kunci sukses. Itulah ajatan luhur Sopo Guru Tatae Bulan.

Ajaran mulia itu dihayati benar oleh warga Batak. Cocok dengan pendidikan karakter dari Danau Toba. Yakni perairan yang menyediakan kejernihan.

Pulau Samosir dituju dengan melewati danau Toba. Lantas hadir di kawasan Tomok. Di sana bisa mendapatkan pelajaran keutamaan.

Raja Sidabutar memberi Keteladan. Dengan batu Parsidangan, sang raja Batak mengabdi sepenuh hati. Agar rakyat sejahtera lahir batin jiwa raga.

Pertunjukan Sigale gale atau tari Tortor mengandung nilai etis filosofis. Dari Batak untuk memperkokoh jatidiri dan kepribadian bangsa. Batak telah menyumbangkan butir butir kearifan lokal.

Akan halnya Danau Toba menawarkan butir butir kearifan lokal. Manusia mesti belajar dari alam.
Misalnya kokoh dalam berprinsip, luwes dalam penampilan.

Pandangan hidup seseorang selalu berhubungan dengan pola pikir serta tindakan. Luwes dalam penampilan, tegas dalam prinsip. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan jiwa seorang pemimpin seperti Pak Joni Walker Manik. Kebijaksanaan dan improvisasi kepemimpinan dilandasi dengan prinsip yang benar serta kepribadian yang kokoh. Hasilnya adalah kegiatan yang produktif, tepat guna dan berhasil guna. Aktivitas Dinas Pendidikan berjalan sesuai dengan rencana.

Danau Toba membentuk suasana jiwa. Pemimpin dan bawahan bergerak sesuai dengan tupoksi, tugas pokok dan fungsi. Program Dinas Pendidikan Serdang Bedagai dilakukan dengan kompak dan penuh kekeluargaan. Semua anggota merasa memiliki hak dan kewajiban yang sama. Suasana yang kondusif ini berkat kerja sama yang baik antar anggota dan pimpinan. Ujung ujungnya demi kemajuan bagi seluruh warga Serdang Bedagai.

Leluhur Batak memang darah asli asal usul Pak Joni Walker Manik. Bahkan beliau aktif menjadi pemimpin paguyuban Batak. Di bawah komando Pak Joni paguyuban budaya Batak berjalan lancar, berkembang dan maju. Potensi dan kreativitas orang Batak tersalur lewat organisasi sosial budaya. Mengurus organisasi sosial budaya pasti memerlukan biaya. Dengan cekatan Pak Joni mengeluarkan dana pribadi. Mengelola kegiatan budaya jelas jauh dari keuntungan finansial. Mengelola kegiatan kemasyarakatan harus berani tombok. Pak Joni Walker Manik dengan trampil mengelola organisasi sosial budaya sampai berhasil.

Kerabat atau Kerukunan Masyarakat Batak merupakan wadah budaya. Barangkali aktivitas lain bisa mencontoh perjuangan sosial budaya yang dilakukan oleh Pak Joni. Sekedar acuan teladan yang baik.

Namun demikian, Pak Joni punya toleransi atas keberagaman budaya. Tak tanggung tanggung beliau nanggap seni budaya Jawa. Kerap tampil membina seni kerawitan Jawa. Anak anak yang berpotensi diberi arahan dan binaan. Mereka diberi kesempatan belajar, latihan seni budaya. Contoh saat latihan seni tembang, kerawitan dan pedalangan. Pak Joni Walker Manik hadir terus. Beliau memberi semangat buat anak muda, agar terus berkreasi seusai dengan bakat masing masing.

BAGIKAN KE :