Liputan68.com | Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (Ketum PBSI), Agung Firman Sampurna merasa sangat kecewa dan amarah begitu kentara dikarenakan dipaksa mundurnya tim Indonesia dari ajang All England 2021 menjadi musababnya.
Tak hanya itu, Agung bahkan tak tanggung-tanggung menuding keputusan National Health Service (NHS), Badan Layanan Kesehatan Inggris sebagai dalang untuk mencegah wakil Indonesia meraih juara.
BWF memutuskan untuk mengeluarkan Indonesia dari All England 2021 setelah mendapat rekomendasi dari NHS. Diketahui selama berada dalam satu pesawat dengan orang positif corona dari Istanbul menuju Birmingham, Inggris. Sebanyak 20 orang pun diminta untuk menjalani isolasi mandiri selama 10 hari.
“Dengan persiapan kami sekarang, memang tindakan ini adalah salah satu jalan yang membuat Indonesia tidak bisa juara. Jadi, jangan bertanding, karena kalau bertanding, Indonesia sangat berbahaya dan kami adalah kandidat juara yang kuat,” ujar Agung dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (18/3).
Dengan keputusan NHS itu, Agung menilai terasa janggal. Apalagi, sebelum turnamen, seluruh pemain dan ofisial Indonesia sudah dites swab dan dinyatakan negatif corona.
